GORGAJENIUS.id
■MEDAN
Himpunan Mahasiswa Islam Sumut (HMI SU) kembali menghujani PT Toba Pulp Lestari (TPL) eks perusahaan PT INTI INDORAYON UTAMA (IIU) dengan aksi demo depan Uniland Medan, tempat markas dan Kantor Utama. PT Toba Pulp Lestari Tbk. Lantai 3, East Tower, Gedung Uniplaza Jl. Letjend. Haryono MT No. A-1. Medan, Sumatera Utara, Jumat (15 Maret 2024).


Dalam aksinya, Koordinator aksi Pangeran Siregar dengan mic Pengeras suara menyampaikan tuntutan:
- Meminta perhatian serius Kapoldasu dan Kajatisu terkait konflik Agraria di Angkola Timur.
- Meminta penjelasan oleh TPL terkait dugaan penyerobotan lahan Angkola Timur.
- Meminta Pemerintah RI untuk mengambil alih Toba Pulp Lestari karena sudah berulangkali menimbulkan konflik agraria diberbagai daerah.


Pangeran juga menyampaikan akan mendatangi kantor TPL di Uniland Medan setiap hari jika TPL memaksakan kehendaknya di Angkola Timur, Tapanuli Selatan dan menginstruksikan supaya TPL segera hengkang dari Angkola Timur, dan HMI sekaligus melakukan perlawanan kepada TPL.


Salah satu Direktur TPL Anwar Lowden yang dikonfirmasi terkait lanjutan Aksi Demonstrasi HMI Sumut terhadap TPL, tidak membalas WA dan tidak berani memberikan komentar.


Sementara dipihak lain, petinggi TPL diduga gagal mengoptimalkan koordinasi dengan pihak HMI Sumut, karena kuat dugaan ada yang takut kehilangan jabatan di TPL akhirnya, mereka takut mendatangi aksi dan menjawab aksi, karena takut kehilangan periuk dan petinggi-petinggi TPL ini hanya berlindung dibalik nama besar Sukanto Tanoto sebagai Pengusaha ternama, dan ada baiknya Anderson Tanoto sebagai BigBos TPL segera mereformasi internal Management TPL, sebab beberapa tahun terakhir ini, PT TPL kerab dilanda aksi-aksi Demonstran terkait dugaan penyerobotan lahan, baik tanah adat di SIHAPORAS (Lamtoras) kawasan TPL Sektor Aek Nauli Simalungun , tanah ulayat Natumingka (Toba) dan karena banjir Bandang seperti di Kenegerian Sihotang di Kabupaten Samosir (konsesi TELE) dan lainnya, itu diakibatkan karena selama ini TPL kurang hati-hati dimana TPL punya SK Konsesi dan Tata Batas, tapi belum tentu punya Tapal Batas dan akhirnya main ‘Rambas’ (main babat).
•jesihotang.







