ASF Serang Babi, Dinas Peternakan dan Perikanan Lakukan Penyemprotan di Humbahas

Humbahas356 Dilihat

Gorgajenius.id.
■Sitanduk (HUMBAHAS)

Guna mengantisipasi serangan penyakit African Swine Fever (ASF) terhadap ternak Babi (B2) di Desa Mungkur Kecamatan Tarabintang Kabupaten Humbang Hasundutan, Dinas Peternakan dan Perikanan Humbahas melakukan penyemprotan desinfektan di Desa Sitanduk dan Simbara Kecamatan Tarabintang, Rabu (18/1/2023).

Diketahui bahwa kasus kematian ternak babi sudah berlangsung selama 1 minggu yang lalu diawali terlebih dahulu di Desa Sitanduk dan Simbara Kecamatan Tarabintang.

Jenis virus ASF ini adalah penyakit pada babi yang penularannya sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100% dan berakibat kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak B2 ini.

Sesuai dengan pemeriksaan klinis, diduga kematian ternak babi diakibatkan serangan penyakit ASF dan Berdasarkan pengamatan di lapangan serta informasi dari masyarakat bahwa penyebaran penyakit B2 itu disebabkan lalu lintas (pergerakan jual beli) ternak yang masuk dan penanganan bangkai ternak yang tidak baik.

Untuk mengantisipasi semakin merebaknya kasus kematian babi itu, Dinas Peternakan dan Perikanan sudah mengambil tindakan yang tegas dan melakukan himbauan dan penyemprotan Desinfektan.

Selain melakukan pencegahan dalam bentuk penyemprotan desinfektan, juga memberikan desinfektan kepada Pemerintah Kecamatan untuk dapat dibagikan kepada setiap Kepala Desa supaya dapat melakukan hal yang sama yakni penyemprotan di setiap kandang ternak.

Dinas Peternakan Humbahas juga melakukan pengobatan terhadap ternak sakit berupa pemberian antibiotik, anti radang, anti piretik dan vitamin.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor memberikan perintah agar Dinas terkait dan stakeholder lainnya menghimbau kepada masyarakat supaya mengubur ternak yang mati dan tidak melakukan pembuangan bangkai ternak ke sungai apalagi melalukan pemotongan untuk dibagi-bagikan, karena itu tidak baik.

Selanjutnya akan melakukan penyemprotan desinfektan dan pengobatan ternak dalam waktu dekat bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan supaya dapat memutus matarantai jenis varian ASF dimaksud.

jesiho.

Editor : Zul