Begini Tanggapan KSOP Danau Toba Rijaya Simarmata Terkait Penolakan Warga Jual Tiket Ferry Online di Simanindo

Samosir3333 Dilihat

Gorgajenius.id
■Simanindo||SAMOSIR

Guna menyikapi kekesalan warga di kawasan Dermaga (Pelabuhan) Ferry di Simanindo, Kabupaten Samosir perihal pemajangan spanduk bertuliskan, “KAMI…!!! MASYARAKAT DESA SIMANINDO MENOLAK KERAS PENJUALAN TIKET ONLINE DI PELABUHAN SIMANINDO” menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba Rijaya Simarmata, “Bahwa sistim tiketing online sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 19 Tahun 2020 ttg pelaksanaan tiket online pada angkutan penyeberangan.

Demikian disampaikan Rijaya saat dikonfirmasi, Rabu (9 Agustus 2023).

Rijaya Simarmata selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran juga menyebut bahwa, manfaat pelaksanaan tiket online adalah adanya kepastian jam keberangkatan sehingga waktu tunggu di pelabuhan dapat disesuaikan minimal 1 jam di pelabuhan yang selama ini, karena berlomba ke pelabuhan tanpa tiket waktu tunggu bisa sampai 3 jam pada waktu-waktu tertentu, Ujarnya.

Kemudian para wisatawan juga dapat merencanakan perjalanan dengan tiket online, sehingga penumpukan kendaraan di pelabuhan akan berkurang, Kata Rijaya Simarmata.

Di Desa Simanindo Dermaga Ferry KMP SUMUT 1 menuju TIGARAS Kabupaten Simalungun.

Sementara itu GM Kapal Ferry Ihan Batak Heru Wahyono menjawab konfirmasi sekaitan dengan penjualan tiket online, sebenarnya sama-sama menguntungkan pengguna moda transportasi air ini, selain penumpang tidak menumpuk dan menghindari macet.

Sebenarnya dari sisi himbauan kita, bahwa pembeli tiket online sudah harus standby di kantong parkir 1 jam sebelum keberangkatan.

Lagian Ferry kita yang berlabuh di Ambarita-Ajibata kan hanya 2 unit, diluar milik Swasta.

Nah, menunggu KMP Ihan Batak sandar di Samosir jika start dari dermaga Ajibata, rentang waktunya kan hampir 1 jam.

Jadi sebenarnya tidak soal jika penumpang beli tiket Online.

Kemudian sebagai milik pemerintah dan diperuntukkan demi kepentingan umum, kita harus mendukung program pemerintah mengurangi transaksi uang secara manual, jadi jaman sekarang ini kita sudah difase era transaksi Digital, dan masyarakat dapat beli tiket online kita dan membayarnya di mitra Bank yang memiliki semacam BRI Link dan lainnya.

Jadi sama-sama menguntungkan sebenarnya, hanya saja dalam tenggat waktu sebelum jam keberangkatan Ferry, tamunya kan 1 jam menunggu dan paling tidak 1/2 jam dan sudah chek in di kantong parkir, persoalan mereka mau makan dan hendak belanja kan urusan person, dan kemauan mereka.

Tak mungkin tidak makan kalau lapar dan kalau berbelanja pasti ada jugalah jika mereka tertarik dengan souvenir yang dijual.

Jadi pada intinya, kita ikut program pemerintah dan masalah Spanduk di Simanindo, itu bukan kawasan operasional KMP Ihan Batak, Ujar Heru Wahyono.

Salah seorang Anggota DPRD Samosir Dari Fraksi PDIP, Wisnu Wardana Sidabutar memberi komentar terkait spanduk yang di Simanindo itu terjadi karena kegelisahan masyarakat pelaku UKM yang ada di sekitaran pelabuhan Ferry.

Rakyat pasti akan kehilangan pendapatannya dan Saya yakin itu….spontanitas rakyat, Ujar Wisnu Sidabutar.

jessihotang.

Editor : Zul

Terkini