Bencana Banjir Bandang di Sebahagian Desa Negeri Sihotang Kabupaten Samosir

Samosir2043 Dilihat

Pembabatan Eucalyptus Hamparan Gunung Diatas Kenegerian Sihotang Baru Selesai

Gorgajenius.id
■Sihotang || SAMOSIR

Diduga akibat tingginya curah hujan yang berkepanjangan selama 2 minggu terakhir dan mengakibatkan banjir bandang menimpa 4 Kampung (Desa) di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Senin (13 November 2023).

Bebatuan dan air berlumpur yang terbawa banjir bandang tersebut turut serta menghancurkan SMP Negeri Sihotang dan meluluhlantakkan sebahagian makam disana, dimana 4 Desa yang dihantam banjir bandang tersebut adalah Desa Siparmahan, Desa Dolok Raja, Desa Sampur Toba dan Desa Turpuk Limbong.

Dari kronologis yang diterima awak media Gorgajenius.id, dilaporkan bahwa sekitar pada pukul 18.30 Wib kembali terjadi Hujan Deras yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor disertai bebatuan yang berjatuhan terjadi Desa Siparmahan, Desa Dolok Raja, Desa Sampur Toba dan Desa Turpuk Limbong.

Mengetahui hal tersebut Personil Polsek Harian Menuju lokasi sesuai informasi banjir bandang di sihotang namun di desa turpuk limbong sudah terjadi banjir air yang menggenangi rumah warga dan personil personil harian terlebih dahulu membantu warga.

Sekira pukul 21.00 Wib selanjutnya personil Polsek Harian menuju lokasi Sihotang namun di Desa Turpuk Sagala didapati aliran air deras yang menutup jalan/jembatan sehingga personil polsek harian bersama warga kesulitan melewati dan Personil Polsek Harian bersama warga membantu warga desa Turpuk sagala menyebrangi arus air.

Selanjutnya setelah berhasil mengamankan warga, Personil Polsek Harian menuju lokasi Sihotang ke Desa Siparmahan dan Desa Dolok Raja.

Akibat banjir tersebut warga Desa Sampur Toba dan Desa Siparmahan sudah mengungsi dan sebagian ada menyeberang ke wilayah Pintu Batu Kecamatan Pangururan dan sebagian mengungsi ke daerah Bukit Holbung Kecamatan Harian.

Desa yang terkena akibat banjir bandang tersebut diantaranya:

1. Desa Turpuk Limbong :
✓. Satu unit rumah tergenang air an: Sahat Sinaga Desa Turpuk Limbong Kec. Harian.
✓. Korban jiwa NIHIL
✓. Kerugian belum dapat ditaksasi.

2. Desa Janjimartahan :
✓.Satu unit rumah tergenang air an; Lakman Sitanggang Desa Janjimartahan Kec. Harian
✓ .Korban jiwa nihil
✓ .Kerugian belum dapat di taksasi.

3. Desa Sampur Toba
✓. Jumlah rumah, sawah dan korban jiwa belum di peroleh di karenakan hujan deras banjir dan cuaca gelap (mati lampu).

4. Desa Siparmahan
✓. Jumlah rumah, sawah dan korban jiwa belum di peroleh di karenakan hujan deras, banjir dan cuaca gelap (mati lampu).

Kemudian, sekitar Pukul 23.10 Wib Rombongan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST berangkat menuju lokasi banjir melihat situasi dan kondisi korban sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Rombongan Bupati bersama Anggota DPRD Sumut Takkas Manimpan Lumban Tobing, Pabung Kodim 0210/TU Wilayah Samosir Kapten Arm G. Sebayang dan Kasat Intel Polres Samosir AKP Liber Marpaung.

Pukul 23.45 Wib, Rombongan Bupati Samosir menuju Gereja Katolik Pintu Batu Desa Rianiate Kec. Pangururan (lokasi 1 pengungsian korban bencana) dan Pelabuhan Pintu Batu Desa Rianiate Kec. Pangururan (lokasi 2 pengungsian korban bencana).

Setiba di lokasi pengungsian rombongan Bupati Samosir membagikan sembako, pendirian tenda dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi warga pengungsi.

Saat bertemu warga Sihotang di pengungsian, Bupati Samosir menyampaikan “Berikan kami waktu, kami akan bekerja dan turun kelapangan serta mengecek asal usul bencana, kami sudah siapkan tenda, dan tenaga medis, makanan, air lengkap, dan semoga bencana ini bisa kita atasi kedepannya”. Ujar Vandiko.

Pukul 00.38 Wib rombongan Bupati Samosir bergerak dari pelabuhan pintu batu menuju pelabuhan Sihotang menggunakan KMP dalam rangka pengecekan lokasi banjir.

Pada pukul 00.45 wib, Rombongan Bupati Samosir tiba di Dusun I Desa Sampur Toba Kec. Harian Kab. Samosir dan mendatangi rumah-rumah warga yang terkena bencana untuk memberikan sembako yang didampingi oleh Kapolsek Harian AKP Effendi, Danramil Harian Peltu Suhairi dan Camat Harian Hartopo Manik.

Pada pukul 02.30 wib, Rombongan Bupati Samosir meninggalkan lokasi bencana, Situasi aman dan terkendali.

Dari pemantauan Rombongan, “Bahwa sebagian masyarakat memilih untuk bertahan di rumah dan menolak untuk mengungsi ke tempat pengungsian mungkin karena menjaga harta bendanya.

Bahwa akses menuju sebagian lokasi bencana masih sangat sulit dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan sehingga peninjauan dihentikan.

Sesuai informasi yang didapat bahwa :

1. Sampai pukul 02.00 masih terdengar suara air mengalir dari atas kenegerian Sihotang (lokasi banjir bandang) tepatnya dari arah desa hutagalung.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST

2. Hingga saat ini (selasa 14 november 2023) Polres Samosir dan Polsek Harian sedang melaksanakan pembersihan di lokasi banjir bandang, melaksanakan penyelidikan / pendataan warga untuk pengecekan apakah ada korban jiwa.

Situasi saat ini di Desa Hutagalung khususnya diatas hamparan pegunungan kenegerian Sihotang Desa Janjimartahan, Desa Sampur Toba, Desa Siparmahan, baru selesai melakukan penebangan pohon ekualiptus yang kayunya dibawa ke Toba Pulp Lestari (TPL) yang tidak menutup kemungkinan sebab musabab banjir bandang, bercampur lumpur dan bebatuan meluncur deras dari lokasi tersebut.

Sebab sejak penebangan itu, tidak ada pepohonan yang dapat menampung air hujan hingga membanjiri lokasi kenegerian Sihotang daerah desa terdampak banjir bandang.

Pemkab Samosir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mendirikan tenda pengungsian di sekitar Pintu Batu karena sebagian warga telah menyebrang untuk mengungsi.

JESSIHOTANG

Editor : Zul