Kapoldasu Simpulkan Penyebab Kematian Bripka Arfan Saragih, Ini Penyebabnya…!!

Medan1573 Dilihat

Gorgajenius.id.
■MEDAN

Polda Sumatera Utara telah selesai melaksanakan gelar perkara ulang penyelidikan terhadap kasus kematian Bripka Arfan Saragih (AS).

Kapolda Sumut, Irjen Pol.Drs.RZ.Panca Putra Simanjuntak,MSi mengatakan dalam pelaksanaan gelar perkara kasus kematian Bripka Arfan Saragih (AS) melibatkan Tim Forensik, Psikologi,Ahli Pidana, Toksiologi, IT, serta keluarga Bripka Arfan Saragih (AS).

“Malam ini saya menyampaikan hasil progres perkembangan penyelidikan kematian Bripka Arfan Saragih yang menjadi komplain pihak keluarga,” katanya, Selasa (04/04/2023) sekira pukul 21.00 Wib malam.

Panca mengungkapkan, pada 24 Maret 2023 lalu mendapat pengaduan dan keluhan dari Istri Almarhumah Bripka Arfan Saragih (AS) serta mempertanyakan hasil konferensi pers dari Polres Samosir atas meninggalnya personil Satlantas Polres Samosir yang di nilai janggal.

“Karena pihak keluarga menilai kematian Bripka Arfan Saragih (AS) ada yang janggal, saya pun mengundang dan bertemu dengan Istri serta Kuasa Hukum Almarhumah untuk mendengar langsung keluhan lalu menarik kasus kematian yang di tangani Polres Samosir ke Polda Sumatera Utara,” ungkapnya.

Panca menuturkan, ada 4 (Empat) pengaduan serta keluhan yang di sampaikan keluarga Bripka Arfan Saragih (AS) yakni penemuan jenazah pada 6 Februari 2023 di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Kemudian, laporan Jenni selaku Istri Bripka Jenni Istri ke Markas Polda Sumatera Utara dugaan pembunuhan serta adanya pengaduan masyarakat tentang penggelapan uang pajak kendaraan.

“Selama 10 hari melakukan penyelidikan serta menggelar pra rekonstruksi dengan melibatkan Direktorat Reskrimum, Dit Reskrimsus, Bid Propram dan Inspektorat Polda Sumut, telah di simpulkan penyebab kematian Bripka Arfan Saragih (AS),” tuturnya.

Untuk penyebab kematian Bripka Arfan Saragih (AS), Kapolda Sumut menerangkan Bripka Arfan Saragih (AS) mati lemas akibat masuk racun sianida melalui saluran makan hingga lambung lalu ke saluran nafas disertai adanya pendarahan pada rongga kepala akibat trauma tumpul (benturan di kepala).

“Maksud dari benturan di kepala ini oleh para ahli mengungkap benturan yang terjadi karena kepala mendekati objek dan tidak ada luka pada bagian kulit,” terangnya tidak ada tanda-tanda kekerasan yang di sengaja terkait kematian Bripka Arfan Saragih (AS) serta tidak ditemukannya tanda-tanda paksaan masuknya racun sianida ke tubuh korban.

“Tim penyelidik yang di bentuk juga menemukan fakta bahwa Bripka Arfan Saragih (AS) sebelum meninggal dunia telah memesan racun sianida melalui online. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan handphone milik almarhum,” ujar Panca.

Jenderal bintang dua itu menuturkan bahwa berdasarkan fakta-fakta serta keterangan para ahli forensik, psikologi dan toksiologi menyimpulkan Bripka Arfan Saragih (AS) bunuh diri karena faktor permasalahan dugaan kasus penggelapan uang para wajib pajak di Kabupaten Samosir yang di alami.

“Untuk menguatkan kematian Bripka Arfan Saragih (AS) karena di duga terlibat kasus penggelapan uang pajak, tim penyelidik telah memeriksa sebanyak ratusan para wajib pajak kendaraan bermotor yang menjadi korban, 99 saksi dari Polri dan masyarakat serta melakukan olah TKP serta pra rekonstruksi sebanyak 41 adegan,” tuturnya.

Panca menambahkan, tim penyelidik juga menemukan bukti pada Tanggal 3 Februari 2023 korban mencari situs-situs cara bunuh diri melalui handphone. Serta ketika di gelar pra rekonstruksi ada saksi yang melihat sepeda motor korban berada di TKP Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

“Sehingga dengan digelarnya kasus ini melibatkan para ahli di simpulkan kematian Bripka Arfan Saragih (AS) karena bunuh diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya.

Toni

Editor : Zul