GORGAJENIUS.id
■TAPSEL
Kemelut dan konflik yang dialami masyarakat kawasan Tapanuli Sumatera Utara, terkait kehadiran dan operasional PT Toba Pulp Lestari (PT.TPL),Tbk sepertinya tidak pernah ada habisnya.
Selain dikawasan Toba, Taput, Samosir dan Kabupaten Humbang Hasundutan, sebagai areal operasionalnya, ternyata di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) juga mendapat penolakan yang sama dari masyarakat.
Aktivitas perusahaan penghasil Pulp eks PT Indorayon Utama ini beberapa bulan belakangan, mendapat kecaman dan pengusiran oleh masyarakat Tapsel, karena diduga melakukan pengrusakan perkebunan warga, karena saling klaim tanah.
Seperti yang diketahui, aksi demo dan protes masyarakat Tapsel telah berulang kali dilakukan masyarakat, baik kepada pemerintah Kabupaten hingga pemerintah Provinsi Sumatera Utara, namun hasilnya belum diketahui dengan pasti.
Bahkan informasi dilapangan menyebutkan alat berat eskavator milik mitra TPL, memaksa masuk kelokasi perkebunan warga di Desa Garonggang, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel.
“1 dari 3 alat berat yang diparkir di Desa Garonggang yang juga diduga disana ada kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) TPL di Tapsel terbakar, sekitar mendekati tengah malam”, ungkap salah satu warga Garonggang, Jum’at (26/4/2024).
Sayang tidak satupun para petinggi perusahaan milik Sukanto Tanoto ini, dapat memberikan keterangan atas kejadian tersebut.
Hingga informasi ini di publikasi, tidak satupun pihak Direksi TPL seperti Anwar Lawden, Jandres Silalahi, dan Monang Simatupang, merespon konfirmasi yang dikirimkan media melalui via WhatsApp (WA).
“Sore pak, bisa komunikasi langsung dengan media tpl ya terima kasih”, tutur Monang Simatupang melalui pesan WA, menyampaikan dan mengarahkan kebagian Humas perusahaan.
Sementara tiga Direksi TPL lainnya malah memilih bungkam dan enggan berkomunikasi dengan media.
Padahal konfirmasi yang dikirimkan sangat dibutuhkan untuk perimbangan berita dan kebenaran informasi, mengenai aksi saling klaim areal kerja dan tanah adat, maupun tanah pribadi milik masyarakat.
Apalagi terdengar isu di masyarakat terbakarnya alat berat tersebut, diduga masyarakat adalah sabotase untuk tuduhan serius atau ada upaya kriminalisasi terhadap warga yang menentang TPL.
“Kalau menurut kami ini sengaja dibakar, supaya masyarakat yang dituduhkan, 3 alat berat ada dilokasi masa cuma satu yang terbakar?”, kata warga Garonggang lainnya.
•jessihotang.



