Gorgajenius.id.
■Ajibata || TOBA.
Manajement PT Gunung Hijau Megah (PT GHM) sebagai operator Ferry KMP Tao Toba 1 dan 2 tetap menjual Tiket secara manual di loket dermaga yang sudah ditentukan, dan penjualan tiket secara Manual ini dianggap mampu membantu perekonomian masyarakat seputar operasional kapal Ferry buahkarya OTB Sitanggang itu.

Saat moment peluncuruan KMP Tao Toba 1 dari lokasi Docking Dermaga Tomok, Kabupaten Samosir ribuan pasang mata tak henti menatap pergerakan peluncuran Ferry yang sudah 1 tahun dimodifikasi baik lebar, interior, navigasi, mesin dan faktor pendukung lainnya seperti safety dan P3K sesuai dengan arahan Biro Klasifikasi perkapalan Indonesia (BKI).

Sebelum diluncurkan sejumlah tokoh masyarakat dan bahkan Anggota DPRD Samosir Wisnu Wardana Sidabutar sangat respon dengan harapan masyarakat terkait penjualan tiket secara manual dari loket kantor operasional yang sudah disiapkan PT GHM baik di Dermaga Tomok (Samosir) dan di loket Ajibata Kabupaten Toba.
Menurut Wakil Rakyat ini, penjualan tiket secara manual justru membantu para pelaku usaha mikro dan UMKM, bahkan saat mereka menunggu antrian, penumpang kita itu memiliki waktu untuk istirahat sejenak sambil menikmati kuliner warga setempat, berbelanja souvenir, serta makan minum disejumlah warung seputar Dermaga KMP Tao Toba sesuai selera masing-masing baik masakan Nasional dan Tradisional, semua tersaji disana, Kata Wisnu.
Hal itu kan, dapat mendukung income perkapita masyarakat, maka kerap saya sampaikan bahwa Owner almarhum OTB Sitanggang itu tidak hanya memikirkan sisi bisnis semata, akan tetapi beliau lebih kepada dukungan terhadap penyokong ekonomi rakyat dan pembangunan kampung halaman di Pulau Samosir ini. Ujarnya.

Maka bayangkan, harga tiket di KMP Tao Toba saja lebih murah dibandingkan kapal Ferry yang dibangun pemerintah, dan biarlah hanya mereka yang menjual tiket Online, tetapi di KMP Tao Toba tiket harus dijual secara Manual karena kemungkinan macet hingga berjam-jam sudah terjawab nantinya dengan beroperasinya kembali KMP Tao Toba 1 mendampingi KMP Tao Toba 2. KMP Tao Toba 1 inipun sudah dimodifikasi jauh lebih baik daripada sebelumnya, baik dari sisi lebar dan kapasitas mobil dan penumpang didalamnya.
Maka saat semua operator Ferry sama-sama melayani penumpang di berbagai Dermaga masing-masing KMP Tao Toba dengan penambahan ‘knot’ kecepatan seperti saat ini sudah pasti lebih memanjakan penumpang, dan satu lagi harapan kita supaya jadwal TRIP operasional Ferry Tao Toba kita ini ditambah terlebih saat-saat musim libur panjang dan pada waktu tertentu.

Bolehlah berkoordinasi dengan pejabat terkait supaya kelak tak adalagi wisatawan dan atau kenderaan yang menunda keberangkatan karena Trip Jadwal keberangkatan kapal Ferry dari Tomok sudah habis. Ujar Wisnu Wardana Sidabutar.
Menyikapi hal tersebut, Selaku Direktur Susan Hasiani Sitanggang dihadapan Komisaris Utama Gusti Putri Sitanggang dan Elisabet Sitanggang mewakili komisaris lainnya, menyanggupi permintaan dan harapan masyarakat terkait penjualan tiket secara manual.
‘Emang benar ya, era digitalisasi dan serba Online ini kadang membantu sejumlah pergerakan bisnis, akan tetapi di beragam pihak dan demi kepentingan ekonomi masyarakat disekitar perusahaan kita, kami lebih memahami cara berdagang (menjual) tiket dimaksud. Ujar Susan.
Maka setelah beberapakali melakukan ujicoba dengan pemesanan tiket secara online, sepertinya pembelian secara Manual lebih terarah. Karena pemesan tiket online kadangkala terlambat tiba di Dermaga kita dan adalagi yang lebih fatal saat dia sudah dekat disekitar kita, tetapi kenderaannya tidak bisa masuk karena terhalang macet, justru merugikan yang bersangkutan selaku pemilik tiket online, karena kantong parkir masih terbatas. Katanya.
Maka hemat kami dari pihak Manajement PT GHM, tetap mengapresiasi masukan dan harapan masyarakat kendati penjualan tiket secara Online ini tidak kita Offkan secara total, mengingat perkembangan zaman dan teknologi sehingga kedepannya kita tidak Gagap Teknologi (Gaptek), saat berkompetisi di lapangan, mengingat ragam cara para kompetitor lainnya yang berusaha saling ‘menggait’ hati pelanggannya, maka kita tetap meningkatkan kuantitas dan kualitas, baik SDM dan Quality Kontrol yang lebih baik lagi, Ujar Guti Putri menambahkan.
■jessihotang.
Editor : Zul







