Pabrik Pengolahan Kopi Cemari Lingkungan di Rumah Padat Penduduk

Medan891 Dilihat

Gorgajenius.id
■MEDAN

Pabrik pengolahan kopi merek “Anak Sakti” di kawasan padat penduduk di Komplek Asia Mega Mas Kelurahan Sukaramai 2, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, Diduga telah menimbulkan pencemaran lingkungan akibat asap yang keluar dari pabrik.

Berdasarkan pengamatan Wartawan GORGA JENIUS, Rabu (29/03/2023) bila pabrik ini beroperasi sering menimbulkan debu sehingga kondisi udara di lingkungan tersebut tercemar. Sangat terlihat debu dan asap dari pabrik kopi yang menempel pada atap seng rumah yang berada lingkungan tersebut menjadi kotor dan mengganggu pernafasan warga sekitar.

Warga sekitar selalu mengeluh dengan keberadaan pabrik pengolahan biji kopi yang diduga milik Louho yang ada di tengah pemukiman penduduk ini.

Menurut salah satu warga, keberadaan pabrik untuk pengeringan dan penggilingan pengelolahan biji kopi tersebut dinilai warga tidak layak beroperasi lagi karena selain berada ditengah pemukiman padat penduduk.

“Kami yang tinggal di sekitar pabrik sangat terganggu dengan keberadaan pabrik kopi tersebut, diminta kepada pemerintah agar pabrik tersebut ditertibkan karena menimbulkan dampak terhadap kesehatan lingkungan seperti polusi udara akibat limbah debu dari kulit kopi,” kata warga sekitar yang tidak mau menyebutkan namanya.

Dia mengatakan, pengoperasian selalu menghasilkan limbah debu dan sisa kulit kopi bertebaran terbawa angin menyebabkan warga sering merasakan sesak nafas apalagi para anak-anak sedang bermain ini sangat menganggu sekali.

“Kebisingan suara mesin kopi ditambah lagi dengan adanya getaran serta pencemaran limbah dari bekas oli mesin yang timbul mengakibatkan pencemaran lingkungan . Karena saluran drainase limbah pabrik tersebut bergabung dengan saluran pipa pembuangan air milik rumah warga,” ungkap dia.

Sementara, salah seorang pekerja pabrik yang ditemui di lokasi berusaha mengelak saat dikonfirmasi. Wanita berhijab yang sudah 7 tahun bekerja di pabrik tersebut mengatakan kalau pemilik pabrik sedang tidak berada di lokasi.

“Maaf bang kami sudah mau tutup. Bapak sedang keluar,” jelasnya.

Sementara,Lurah Sukaramai II, Zulfikar Rambe yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya keberadaan pabrik kopi tersebut. Pasalnya dia baru sebulan lebih menjabat dan belum ada menerima informasi soal itu.

“Sekarang juga saya akan cek. Saya baru sebulan lebih di sini. Jadi belum mengetahui keberadaan pabrik tersebut,” tukasnya.

Sedangkan Camat Medan Area Irfan Arsadi Siregar saat di konfirmasi terkait keberadaan pabrik pengolahan kopi belum bisa menjawab, karena masih diluar kantor.

“Bentar bang, masih di Luar saya,” ucapnya.

Ant’s

Editor : Zul