● monica barbaro nudeAparat Hukum Harus Tegas
GORGAJENIUS.id
■TAPTENG
Aksi Persekusi secara biadab yang dilakukan para Senior terhadap korban Sony Michael Maharaja Simbolondi di SMAN 1 Plus Matauli Pandan oleh Ketua Geng disekolah pavorit itu, membuat korban dirawat secara intensif di Rumah Sakit, Siloam dan akhirnya menjalani operasi di Rumah Sakit Calombia Asia Medan.
Paguyuban, Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia secara kusus Wilayah Sumut-Aceh mengutuk keras aksi kekerasan seperti yang dialami Sony, di SMAN 1 Matauli Pandan Tapteng itu, semoga aparat hukum bisa bertindak tegas dan memberikan hukuman kepada para pelaku.
Demikian disampaikan Tumpal Simbolon Wakil Sekretaris DPP PSBI dan juga sebagai Kordiantor PSBI Wilayah Sumut dan Aceh, di Medan, Kamis (14 Agustus 2025).
Menurut Tumpal, perkembangan perawatan dan proses terhadap para pelaku persekusi kepada Sony Simbolon, masih kami pantau dan dalam waktu dekat akan kami Sampaikan juga nanti kepada Bapak Ketua Umum Efendy MS Simbolon, Ujarnya.
Korban, Sony Michael Maharaja Simbolo sudah menjalani perawatan di RS Siloam Medan dan akan menjalani Operasi dibagian Tulang Telinga Kiri, dan Mata Kiri yang masih pendarahan dalam dan sekujur tubuh mengalami pembengkakan terutama dibagian kepala, kqjadian itu dikabarkan pada hari, Selasa (12/8/2025).
Menurut informasi dari orang tua korban, Ericson Maharaja yang juga Ketua DPC GAMKI Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengatakan, pengeroyokan tersebut terjadi di ruang kelas dan berlanjut ke kamar mandi sekolah dan informasi lainnya, Sony juga dikejar sampai ke kolam Fren.
Diceritakan kembali bahwa kejadian berawal saat Sony (Anaknya) pada jam istirahat full day sedang tiduran diruang kelas, lalu secara tiba-tiba dibanguni dan tanpa disadari Sony langsung dipukul dibagian kepala korban, pas di bagian belakang yang diduga dilakukan oleh oknum yang sebagai ketua salah satu geng di sekolah itu.
Korban kemudian ditarik dan didorong oleh beberapa orang digiring menuju kamar mandi/ toilet sekolah dan dimasukkan ke kamar mandi, disuruh duduk, di interogasi dan di pukul sangat keras di bagian dada yang diduga dilakukan oleh teman sekelasnya sebanyak 20 siswa yang diduga merupakan anggota geng.
“Pemukulan sempat berhenti setelah melihat kedatangan seorang guru yang berjalan menuju ke arah kamar mandi/toilet diduga karena melihat banyak kerumunan di toilet tersebut,” katanya.
Tidak sampai disitu, korban diminta untuk datang lagi menjumpai anggota geng lalu diajak berkelahi satu lawan satu dengan ketua geng yang dikelilingi oleh lebih dari 20 orang dan korban merasa terintimidasi dan tidak mampu melawan hingga terjadilah pemukulan secara bertubi-tubi di area wajah, mulut, telinga dan kepala.
Namun saat ktonologis kejadian hendak dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah SMN1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan melalui SMS dan WA tidak berhasil, mungkin karena WA dan layanan SMS via Handpone yang bersangkutan tidak aktif.
Hanya saja Fenomena Persekusi di beberapa SMA Negeri Unggulan sepertti di SMAN 1 Matauki Pandan Tapteng ini, beberapa bulan lalu juga terjadi di Asrama Yayasan Tuna Bangsa Soposurung Balige, Tanggal 23 Juli 2025, Anjar Simbolon asal kota Tebing Tinggi juga jadi korban pemukulan (persekusi).
•jessihotang.

