Pemerintah Fokus Penanganan Karhutla dan Kekeringan

Jakarta972 Dilihat

Gorgajenius.id
■JAKARTA.

Temperatur Udara panas di Indonesia masih akan terus dirasakan disejumlah wilayah hingga akhir tahun 2023.

Guna menghadapi hal tersebut pemerintah bersiap menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, salah satunya dengan rekayasa cuaca.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan upaya antisipasi bencana di enam provinsi yang secara historis tergolong sebagai kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Keenam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Abdul Muhari belum lama ini.

Menurut Abdul, bahwa peningkatan suhu disejumlah kota Indonesia beberapa waktu terakhir ini berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih tinggi.

”Informasi mengenai potensi risiko bencana kekeringan telah kami terima sejak Januari 2023 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Secara historis, enam daerah itu memang kerap dilanda karhutla setiap tahunnya. Namun, tiga tahun terakhir tidak signifikan karena masih terjadi La Nina sehingga, begitu kebakaran, hujan turun,” ujarnya.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat mewanti-wanti mengatakan ancaman risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia pada Februari 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut wilayah yang paling disoroti adalah Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Utara.

“Perlu diwaspadai khususnya Riau, Jambi, Sumatera Utara adalah karhutla,” kata Dwikorita dalam konferensi pers yang digelar secara daring, beberapa waktu yang lalu.

Dwikorita menjelaskan ancaman risiko karhutla itu muncul karena curah hujan bulanan di wilayah-wilayah provinsi tersebut menurun dan memasuki kemarau.

“Riau, sebagian Sumatera Utara, dan Jambi ini merupakan indikasi bahwa curah hujan bulanan menurun atau rendah, artinya itu bisa dianggap sebagai kemarau. Jadi, Februari nanti kemarau terjadi di Riau, sebagian Jambi, dan sebagian Sumatera Utara,” ujar dia.

Sementara itu data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara hingga November 2022 mencatat telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumut.

Kebakaran hutan terjadi di 17 kabupaten dan kota, dan dominasi terjadi di Kawasan Danau Toba dengan areal terbakar sekitar 519 hektare, yang meliputi kawasan hutan lindung, HPL dan Ijin Usaha Perkebunan.

JESS.

Editor : Zul