PT Toba Pulp Lestari Tbk Prihatin Musibah Banjir Bandang Samosir dan Sudah Salurkan Bantuan

Samosir2021 Dilihat

Banjir Bandang Samosir Bukan Dampak Operasional TPL

Gorgajenius.id
■SAMOSIR

PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), turut prihatin atas musibah banjir bandang yang terjadi di empat desa (Siparmahan, Dolokraja, Hariarapohan dan Sampurtoba) Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Senin (13/11/2023).

Banjir bandang disertai hujan lebat dan gemuruh itu terjadi sore hingga malam hari.

Dan sebagai wujud kepedulian perusahaan, TPL melalui program CD/CSR hadir berkontribusi dengan memberikan dukung berupa air bersih dan bantuan sembako kepada masyarakat di empat desa yang terdampak.

Adapun dukungan yang disalurkan oleh TPL kepada masyarakat korban dampak banjir bandang tersebut berupa: 1,8 Ton beras, 200kg gula, 200 papan telur, 16 kotak bubuk teh, 1900 kotak indomie, 20 kotak minyak makan, 500 kg kopi dan 3 unit mobil tangki dengan kapasitas tangki 5 ribu liter 2 unit serta satu mobil tangki dengan kapasitas 16 ribu liter.

Kepada awak media, Direktur TPL, Jandres Silalahi mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan TPL guna meringankan beban yang dialami masyarakat korban banjir bandang Samosir, dan untuk itu perusahaan telah menyalurkan dan membantu masyarakat korban banjir bandang, sekaligus memberikan dukungan yang paling dibutuhkan masyarakat, yakni makanan dan minuman serta penyediaan air bersih, Katanya.

“Saya mewakili perusahaan menyampaikan turut prihatin dan merasakan apa yang sedang dialami oleh masyarakat di empat desa Kecamatan Harian.

Saat ini bantuan berupa makanan, minuman dan air bersih telah kita salurkan ke lokasi banjir untuk segera diserahkan kepada para masyarakat korban banjir bandang,” sebut Jandres.

*Banjir Bandang Samosir Bukan Dampak Operasional TPL

Dibagian lain, Jandres menjelaskan dari hasil data yang dikumpulkan tim TPL di lapangan, banjir bandang samosir disebabkan oleh sejumlah aspek, yakni curah hujan yang tinggi selama 12 jam, kondisi tutupan lahan Daerah Tangkapan Air (DTA) banjir sebagian besar (75%) berupa non hutan sehingga kemampuan tanah untuk meresap air (intersepsi) sangat rendah.

Selanjutnya kondisi kelerengan lahan ± 73% curam dan sangat curam, serta banyaknya material lumpur dan bebatuan di dasar sungai, yang menyebabkan tersumbatnya sungai Sitio-tio.

“Pasca peristiwa banjir bandang, Perusahaan telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan analisa lapangan guna mengetahui penyebab banjir bandang tersebut.

Dengan kondisi sungai Sitio-tio yang membentuk bendungan temporary dan pada akhirnya sungai ini tertutup dan meluap ke alur di sebelah tenggara.

“Sehingga dipastikan tidak ada pengaruh atau keterkaitan operasional TPL dengan penyebab banjir ini, karena aliran air DTA banjir Siparmahan Sihotang adalah ke timur dan dialirkan secara langsung ke Danau Toba sedangkan DTA TPL adalah ke arah barat daya (Aek Silang) dan barat laut (Lau Renun) ini berarti arah aliran konsesi TPL Tele dan DTA banjir bertolak-belakang dan diperkuat dengan tidak adanya kayu jenis eucalyptus dalam material banjir,” Ujar Jandres.

JESS.

Editor : Zul