Saat Perjalanan Dari Ajibata Menuju Ambarita, Penumpang Fery Ihan Batak Tewas Terjun Bebas ke Danau Toba

Simalungun3327 Dilihat

Gorgajenius.id.
■SIMALUNGUN

Salah seorang penumpang Fery Ihan Batak Rossaly Situmeang (Mama Johanes) Usia 36 Tahun diduga terjatuh dan terjun bebas ke Danau Toba, korban akhirnya tewas walau sempat mendapat pertolongan dan kini sudah berada di RSU Parapat, Kamis (2/2/2023).

Dari sejumlah informasi yang dihimpun sesuai jadwal keberangkatan dimana Korban dan rombongan lainnya lewat moda Kapal Fery Ihan Batak, Ihan Batak berangkat sekitar pukul 15 Wib dari Dermaga Fery Ihan Batak Ajibata, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba menuju Dermaga Ihan Batak di Ambarita, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

Baru berlayar sekitar 3 Mill (kurang lebih 6 Km dari Dermaga Ajibata, yang melihat si korban berenang di atas danau, entah dia melompat atau karena terjatuh belum dapat dipastikan dan akhirnya Ihan Batak terpaksa memutar balik ke arah Ajibata dan mendekati korban.

Sejumlah penumpang lain melihat 2 orang Anak Buah Kapal Ihan Batak langsung turun ke Danau sekaligus menolong korban. Korban dievakuasi ke kapal Tradisional (kapal kayu) yang kebetulan melintas dari Tuktuk (Samosir) ke Tigaraja, Kelurahan Tigara, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun sekaligus mengevakuasi korban ke Pelabuhan Tigaraja.

Dalam kondisi lunglai akhirnya korban dilarikan ke RSU Parapat. Sesampai di RSU Parapat korban tidak tertolong lagi dan akhirnya disemayamkan sementara di ruang mayat menunggu Autopsi.

Akibat dari kejadian ini, KMP Ihan Batak memindahkan semua penumpangnya naik Kapal Ferri Tao Toba Parapat milik PT Gunung Hijau Megah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Ibu Korban, bahwa sebelumnya Keluarga hendak berlibur ke Pulau Samosir naik KMP Ihan Batak dari Ajibata menuju Samosir.

Ketika kapal di tengah danau tiba-tiba keponakan korban yang berada di anjungan lantai 3 Kapal Ihan Batak melihat Korban berenang di atas danau Buritan KMP Ihan Batak, dengan spontan, Keponakan korban bermarga Situmeang langung turun ke dek 1 KMP Ihan Batak dan melihat ke dalam mobil dan ternyata Korban tidak berada di dalam mobilnya lagi.

Situmeang pun langsung melaporkan kejadian itu kepada ABK Ihan Batak, selanjutnya Nahkoda KMP Ihan Batak melakukan manuver hingga memutar haluan kapal kembali ke pelabuhan awal Ajibata dan korban dinaikkan ke kapal kayu.

Saat Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Toba, Rijaya Simarmata dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut membenarkan kejadian dan mengatakan korban meninggal.

Dikonfirmasi lebih lanjut Rijaya justru mengatakan Ntar ya lagi buat LK dan WA berikutnya disebut Data masih dalam pengetikan ya.

Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi pukul 18.21 Wib entah data apa yang dimaksud Riyaja tak kunjung dikirimkan. Dan terakhir saat ditanya apakah korban ada tiket, Rijaya mengirimkan Tiket Korban.

Sejak Ihan Batak Beroperasi Sudah Dua Kali Kejadian Penumpang Meninggal

Terkait keamanan dan kenyamanan penumpang Kapal Plat Merah ‘Fery Ihan Batak’ ini sudah perlu dikaji ulang. Pasalnya sejak di operasikan di Danau Toba sudah dua kali kejadian dimana penumpangnya mengerang nyawa dengan peristiwa berbeda.

Kita masih ingat kecelakaan yang terjadi di Pelabuhan Ambarita, Kecamatan Simanindo, Samosir, saat mobil penumpangnya hendak turun setelah tiba di Dermaga Ambarita dan mobil terjungkal ke Danau Toba karena rantai Amrollnya putus.

Akibat kejadian itu 1 mobil berisi 4 orang penumpang jatuh dari kapal Ferry Ihan Batak, sekitar Pukul 14.00 Wib sore ini, Senin (31/05/2021). Dan 1 penumpangnya meninggal karena tidak bisa keluar dari dalam mobil yang tenggelam saat itu.

Lalu untuk tahun awal tahun 2023 ini penumpang Fery Ihan Batak ini pun mengerang nyawa. Entah mengapa kok bisa penumpang ini berenang di tengah Danau tanpa penjagaan dari ABK di Lambung kapal Ihan Batak.

jessiho

Editor : Zul