Gorgajenius.id
■SIMALUNGUN
Menunjukkan reaksi cepat dan responsif, Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun langsung bergerak menangani kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan di Jalan Umum KM 8-8,5 jurusan Pematangsiantar-Medan, dekat Simpang Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Sabtu malam (7/2/2026). Hanya 15 menit setelah menerima laporan pukul 19.15 WIB, tim sudah tiba di TKP dan langsung mengambil alih penanganan kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H. saat dikonfirmasi pada Selasa siang pukul 14.00 WIB menegaskan pentingnya reaksi cepat dalam menangani kecelakaan. “Reaksi cepat adalah kunci dalam penanganan kecelakaan lalu lintas. Begitu menerima laporan pukul 19.15 WIB, tim Unit Gakkum kami langsung tancap gas ke TKP. Dalam hitungan menit, kami sudah di lokasi mengamankan TKP, mengatur lalu lintas, mengevakuasi korban, dan memulai olah TKP,” ujar Kanit Gakkum Yancen dengan tegas.
Reaksi cepat tim Gakkum sangat krusial mengingat kecelakaan terjadi di jalan provinsi yang ramai dilalui kendaraan, di malam hari, dan melibatkan lima kendaraan besar yang memblokir jalan. “Reaksi cepat kami sangat penting untuk mencegah kemacetan panjang dan kecelakaan susulan. Bayangkan, lima kendaraan besar termasuk dua truk dan satu bus berserakan di jalan provinsi pada malam hari. Tanpa reaksi cepat, bisa terjadi kecelakaan susulan,” ungkap IPDA Yancen menjelaskan urgensi kecepatan respon.
Kecelakaan yang ditangani dengan reaksi cepat ini melibatkan truk tronton Mitsubishi BK 8835 WP yang dikemudikan S (73), truk Colt Diesel Mitsubishi BK 8139 WS yang dikemudikan DE (37), sepeda motor Honda Vario BK 3572 TBX yang dikemudikan RD (53), bus Mercedes Benz W 7316 UZ yang dikemudikan JES (50), serta merusak tiga pagar rumah warga.
“Begitu tiba di TKP, dengan reaksi cepat tim kami langsung membagi tugas. Ada yang mengatur lalu lintas, ada yang mengevakuasi korban, ada yang mengamankan barang bukti, ada yang mulai olah TKP. Semua berjalan simultan dengan cepat dan terkoordinasi,” jelas Kanit Gakkum Yancen menjelaskan strategi reaksi cepat.
Reaksi cepat tim Gakkum terbukti menyelamatkan situasi. Dengan cepat, petugas mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dari arah Medan dan Pematangsiantar bisa bergantian melewati lokasi kecelakaan yang hanya menyisakan satu jalur. “Reaksi cepat kami dalam mengatur lalu lintas mencegah kemacetan total. Kami langsung buka tutup jalur secara bergantian sehingga kendaraan tetap bisa lewat meski perlahan,” ujar IPDA Yancen.
Dengan reaksi cepat pula, tim langsung mengevakuasi korban meninggal dunia RD (53), pengendara sepeda motor Honda Vario BK 3572 TBX. “Reaksi cepat kami dalam mengevakuasi korban sangat penting. Kami langsung mengamankan jenazah dan mengevakuasi ke RS Umum Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar dengan dikawal petugas,” ungkap Kanit Gakkum Yancen.
Reaksi cepat tim Gakkum juga terlihat dalam pengamanan barang bukti dan olah TKP. “Dengan reaksi cepat, kami langsung melakukan pemotretan dari berbagai sudut sebelum posisi kendaraan berubah. Kami ukur jejak rem, kami tandai posisi kendaraan, kami amankan barang bukti. Semua dilakukan dengan cepat tapi tetap teliti,” jelas IPDA Yancen.
Dari hasil olah TKP dengan reaksi cepat, tim berhasil merekonstruksi kronologi kecelakaan yang terjadi dalam hitungan detik. “Dengan reaksi cepat dan analisis yang tepat, kami menyimpulkan bahwa truk tronton yang dikemudikan S kurang hati-hati dan tidak memperhatikan kendaraan di depannya, sehingga menabrak truk Colt Diesel dan sepeda motor, yang kemudian menyebabkan efek domino,” ungkap Kanit Gakkum Yancen.
Reaksi cepat tim juga mencakup pemeriksaan kondisi semua pengemudi dan kelengkapan dokumen. “Dengan reaksi cepat, kami langsung memeriksa kondisi semua pengemudi dan kelengkapan dokumen mereka. Kami menemukan bahwa pengemudi truk Colt Diesel tidak dapat menunjukkan SIM karena hilang di TKP,” jelas IPDA Yancen.
Kerugian material akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp100 juta, meliputi kerusakan lima kendaraan dan tiga pagar rumah warga. “Dengan reaksi cepat kami dalam mengamankan TKP, kerugian tidak bertambah. Tidak ada pencurian barang dari kendaraan, tidak ada kecelakaan susulan. Ini berkat kecepatan respon tim kami,” tegas IPDA Yancen.
Reaksi cepat tim Gakkum juga terlihat dalam koordinasi dengan pihak terkait. “Kami langsung berkoordinasi dengan rumah sakit untuk evakuasi korban, dengan pemilik derek untuk evakuasi kendaraan, dan dengan Dishub untuk pengaturan lalu lintas. Semua berjalan cepat dan lancar,” ujar Kanit Gakkum Yancen.
Saat ini tersangka S, pengemudi truk tronton yang diduga sebagai penyebab kecelakaan, diamankan di Sat Lantas Polres Simalungun. “Dengan reaksi cepat, kami langsung mengamankan tersangka untuk pemeriksaan lebih lanjut. Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun akan selalu memberikan reaksi cepat dalam setiap kejadian laka lantas demi keselamatan masyarakat,” tutup Kanit Gakkum Yancen menegaskan komitmen.
•JESS.







