Bandara Sibisa Dalam Pemeriksaan BPK, Habis Kontrak Stop Beroperasi dan Pembangunan Terhenti Karena Gugatan Klaim Tanah Warga

Toba2009 Dilihat

Diduga Merugi…Bandara Sibisa Lebih Baik Diserahkan Ke Pihak BPODT Dengan Modifikasi Objek Wisata Terbarukan.

GORGAJENIUS.id
■SIBISA||TOBA

Terhitung sejak Senin, 1 Januari 2024 Bandara Sibisa dihentikan operasionalnya, Pasalnya kontrak pesawat Susy Air disebut sudah berakhir dan pembangunan lanjutan Bandara dihentikan, dikarenakan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) masih melakukan sejumlah pemeriksaan disana.

Oleh BPK RI, memeriksa proses keuangan Bandara Sibisa, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba, sembari menunggu proses-proses pengadilan atas klaim tanah masyarakat, yang diklaim warga dan disebut dicaplok pihak Bandara.

Beberapa bulan silam, pihak Bandara Sibisa dikawal Polsek Lumbanjulu, Polres Toba melakukan pemancangan Plang, tanggal 30 April 2023, Bertuliskan, “TANAH INI MILIK KEMENTERIAN PERHUBUNGAN,
BERDASARKAN SERTIFIKAT HAK PAKAI NO. 02 TAHUN 2017, PUTUSAN MA RI NO. 378 K/TUN/2022 TANGGAL 19 AGUSTUS 2022 PUTUSAN MA RI NO, 2070 K/Pdt/2022 TANGGAL, 4 AGUSTUS 2022.

Plang-plang ini sebahagian dipancang diantara diperladangan jagung milik warga, dan sebagian lagi dekat tananam Eucalytus dan disejumlah titik tertentu.

Akan tetapi dari pantauan awak media, sejak dilakukan pemancangan sejumlah Plang itu sampai tahun 2023 berakhir, tidak ada pembangunan lanjutan lagi disana, selain meninggalkan bangunan Gedung baru yang katanya akan menjadi Kantor Operasional Bandara Sibisa.

Bandara Sibisa di Kabupaten Toba saat masih beroperasi tujuan Nias Gunung Sitoli.

Sementara diseputar Operasional Bandara Sibisa yang menerbangkan Pesawat perintis Susy Air, kontraknya sudah berakhir dan otomatis penerbangan Sibisa-Nias (Gunung Sitoli) dihentikan.

Masyarakat belum banyak yang tau, apakah dihentikan karena rugi dan kurang memadai atau hanya karena habis kontrak dan ditengah pemeriksaan BPK RI.

Menyikapi hal tersebut, Muammar Khadafi Batubara SH Kasatpel Bandara Sibusa yang lama terkait pembangunan Bandara, menurutnya menunggu selesai dulu permasalahan tanah, karena masih ada gugatan PTUN an. Soloan sirait dan Bulpen Manurung. Kata Khadafi.

Masalah operasional silahkan ditanya kepada Kasatpel yang baru, Ujarnya.

Kendati sudah dikirimkan pesan Wa terkait penghentian operasional Bandara Sibisa, Kasatpel yang baru Binner Sidabutar belum memberikan komentar.

Pun demikian, Pak Pane yang juga pernah menjabat sebagai PPK di Bandara Sibisa, memberi informasi bahwa saat ini memang sudah habis jam terbangnya.

Namun untuk diperpanjang atau tidak kita juga menunggu dari bandara Gunung Sitoli. Karena untuk administrasi kontrak dibawah Bandara Gunung sitoli, Kata Pane.

Hanya saja melihat layanan operasional Bandara Sibisa ini hanya tujuan Nias Gunung Sitoli semata, banyak pihak menginginkan areal Bandara ini diberikan ke pihak BPODT dan dijadikan objek wisata terbarukan,dengan membangun fasilitas pariwisata.

Kantor Bandara Sibisa yang baru dibangun dengan biaya Milliaran Rupiah dari Angaran Negara ini, masih sebatas potret pajangan dan belum dioptimalkan.

Kuat dugaan, biaya operasional Bandara Sibisa-Gunung Sitoli rentan mengalami kerugian dan lebih baik dioper saja ke pihak Badan Otorita Danau Toba, Ujar TNS. Sirait di Ajibata.

jessihotang.