Ibu dan Anak di Simalungun Tewas Dibantai, Mayatnya Membusuk

Kriminal dan Hukum1163 Dilihat

Gorgajenius.id *
SIMALUNGUN

Warga di Kompleks Perumahan Mutiara Landbow sontak menjadi heboh, setelah tersiar kabar temuan jasad seorang wanita paruh baya bersama seorang anak laki-laki dalam kondisi membusuk.

Menurut informasi, korban wanita paruh baya itu diketahui berstatus ASN yang bekerja disalah satu Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, bertugas di Puskesmas Bandar Huluan berinisial, HH (42) dan anak laki-laki berinisial FL, berusia 12 tahun, masih duduk di bangku SD.

Sementara menurut keterangan warga, temuan jasad ibu dan anaknya itu, berawal dari bau menyengat yang bersumber dari salah satu rumah yang berada di Blok N 13, Kompleks Perumahan Mutiara, Nagori Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Selasa (18/04/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

Mendapat informasi tersebut,Kapolres Simalungun F.C Sipayung, S.H., S.I.K., M.H., langsung mendatangi lokasi temuan jasad ibu dan anaknya dan melakukan olah tempat kejadian serta investigasi awal terhadap kondisi jasad ke duanya.

Dalam keterangan persnya, AKBP Ronald F.C Sipayung, S.H., S.I.K., M.H., menerangkan, pihaknya menemukan senjata tajam berupa sebilah pisau, terdapat bercak darah.menyebutkan, terkait kondisi jasad ke dua korban, kejadian kematian korban diperkirakan lebih dari 3 x 24 jam.

Kapolres AKBP Ronald F.C Sipayung lebih lanjut memaparkan, pihaknya telah melaksanakan beberapa tindakan, termasuk mengevakuasi ke dua korban dan memeriksa keterangan beberapa orang yang disebutkan sebagai saksi.

Selanjutnya, Kapolres Simalungun menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kembali melalui Tim Labfor Polda Sumut melakukan olah tempat kejadian lanjutan pada hari Rabu (19/04/2023). Pihaknya juga, telah mengamankan sejumlah barang bukti

Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan, di sekitar jasad ke dua korban dan di beberapa titik lokasi lainnya, termasuk di lokasi dapur rumah. Terkait dugaan sementara, penyebab kematian ke dua korban akibat tindak kekerasan.*
Red

Editor : Zul