Kapolres Samosir Paparkan Konologis Kematian Alm Bripka Arfan Saragih dan Progres Penanganan Perkara penggelapan di UPT Samsat

Samosir1410 Dilihat

Gorgajenius.id
■SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun AKBP Yogie Hardiman, S.H,S.I.K, M.H Pimpin Konferensi Pers Terkait Kematian Alm. Bripka Arfan Saragih dan Progres Penanganan Perkara Penggelapan di UPT Samsat Pangururan Samosir, Selasa (14/3/2023).

Konfrensi Pers yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Samosir turut dihadiri Kasubdit biologi Kimia Labfor Polda Sumut AKBP Hendri Ginting, Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Sumut Dr Ismurrizal, KUPT Samsat Pangururan yang diwakili kasi Pendataan II Solin A.Panjaitan, Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Natar Sibarani,SH,MH, Kasat Lantas Polres Samosir AKP Yuswanto,SH, Pihak Keluarga Alm.Arfan Saragih, Warga Kab.Samosir korban dugaan penipuan Pajak.

* Kematian Alm Bripka Arfan Saragih

Terkait penyebab kematian Alm Bripka Arfan Saragih, dijelaskan kronologisnya yakni pada Senin (06/2/2023) sekira pukul 13.00 Wib, personel Sat Res Narkoba Polres Samosir sedang melintas dari Panatapan Simullop Kel. Siogung-Ogung Kec. Pangururan Kab. Samosir untuk melakukan penyelidikan ke daerah Sianjur Mula-Mula.

Dari jarak sekira + 10 (sepuluh) meter dari pinggir jalan ada melihat ada sosok manusia yang tergeletak telungkup di tanah dan belum dikenali identitas sosok tersebut dan juga belum diketahui apakah sosok tersebut telah meninggal dunia, dan juga melihat sebuah sepeda motor RX King yang belum bisa dipastikan siapa pemilik sepeda motor tersebut.

Karena sedang terburu-buru untuk melakukan penangkapan terhadap penyalahgunaan narkoba. Setelah melakukan penangkapan penyalahgunaan narkoba tersebut, kemudian saksi (personil sat narkoba) kembali ke lokasi mengecek tentang sosok manusia yang sebelumnya dilihat dan setelah dicek para saksi melihat bahwa sosok manusia tersebut adalah Alm. Arfan Erbanus Saragih yang telah meningal dunia, tegas Kapolres Samosir.

Sementara dari hasil olah TKP yang dilakukan Polisi dijelaskan yakni, saat ditemukan posisi korban telungkup dengan mengenakan jaket warna hitam list kuning terdapat tulisan Line dan mengenakan dalaman kaos oblong dinas coklat, memakai celana dinas PDL Polri.

Dari lokasi peristiwa ditemukan 1 (satu) buah tas warna hitam merk Asus yang didalamnya terdapat 19 (sembilan belas) buah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan 25 (dua puluh lima) buah Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

Selanjutnya ditemukan juga 1 (satu) unit sepeda motor RX King warna hijau milik korban dengan plat BK 6185 UC.

Setelah dilakukan autopsi kemudian Penyidik membawa barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Sumut Bidang Kimia untuk dilakukan pemeriksaan secara laboratories.

Dari hasil Pemeriksaan Autopsi RS Bhayangkara Medan dan hasil pemeriksaan barang bukti dari Laboratorium Forensik Polda Polri Sumut disimpulkan penyebab kematian korban adalah mati lemas akibat masuknya Sianida ke saluran makanan hingga ke lambung dan saluran nafas disertai adanya perdarahan pada rongga kepala akibat trauma benda tumpul.

Sementara hasil pemeriksaan terhadap ahli dari RS Bhayangkara Medan pada intinya menerangkan penyebab kematian korban adalah akibat masuknya zat Natrium Cyanide ke saluran makanan hingga ke lambung dan saluran nafas disertai adanya perdarahan pada rongga kepala.

Untuk hasil pemeriksaan terhadap ahli dari Laboratorium Forensik Polri Polda Sumut pada intinya menerangkan dalam isi lambung korban Arfan Saragih ditemukan Natrium Cyanide (NaCN).

Jessiho

Editor : Zul