●Maling Bawa Golok Berkarat, Emas Dari Kamar Disikat.
GORGAJENIUS.id
■PARAPAT
Masyarakat kembali diresahkan dengan kejadian beruntun para maling (Pencuri) dengan gaya buka baju (bertelanjang dada) di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Parapat, Polres Simalungun dan kali ini korbannya adalah Pukesmas Parapat dan Rumah A.Friska Sitorus di Jln.Anggarajim Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (15 November 2025).

Maling melakoni aksinya dengan cara membuka kaosnya dan kaos itu dijadikan sebagai penutup kepala, diduga untuk menghindari rekaman CCTV di Puskesmas Parapat.

Maling yang main tunggal ini diduga masuk dari pagar belakang Puskesmas Parapat, lalu masuk ke sejumlah ruangan, ada 4 Cpu dan 2 layar computer berhasil digondol. Kendati barang-barang curian ini ditinggal percis dibelakang rumah A. FRISKA Sitorus.

Usai mengobrak-abrik ruangan para Dokter di Puskesmas Parapat, sang Maling bertelanjang dada ini turun melalui tangga dari sisa tempat tidur dan langsung menuju dapur rumah A.Friska.

Sementara hasil curian Cpu dan komputer ditinggal dibelakang rumah ini, sembari melancarkan aksinya kembali dengan membobol dapur rumah A.Friska yang hanya berjarak 5 meter dari Puskesmas Parapat, maling membawa Golok berkarat.

Dari lemari di kamar tidur rumah A.Friska inilah Emas senilai Puluhan Juta Rupiah berhasil disikat malingnya. Sementara anak pemilik rumah dan dua rekannya tertidur di kursi Sofa ruang tamu.

Anehnya, ada 4 ekor anjing yang sudah besar-besar dan menurut warga sekitar selama ini anjing-anjing ini agak galak juga. Tapi ketika maling bereaksi dirumah tuannya Anjing-anjing inipun turut tertidur di dapur rumah, walau malingnya masuk dari belakang rumah dan tentunya melewati anjing-anjing itu, namun siMaling diduga sudah paham cara menjinakkan anjing galak seperti itu.
Akhirnya raiblah emas dan perhiasan lainnya. Begitu mendapatkan hasil lebih besar berupa Emas dari rumah A.Friska, Cpu dan layar Computer yang sempat digondol dari Puskesmas Parapat, ditinggalkan sang maling biadab itu disemak-semak belakang rumah A.Friska.

Kendati Anggota Polsek Parapat sudah turun ke dua lokasi kejadian (Puskesmas Parapat dan Rumah A.Friska), warga berharap cemas bakal tak akan dapat menemukan Simaling ini.

Karena 3 hari sebelum kejadian juga ada tempat jualan Ponsel yang juga disatroni maling, dengan gaya simaling hampir mirip (membuka kaos dan kosnya dibuat menutupi kepala), sudah tak dilapor ke Polsek lagi, karena dianggap percuma, karena membuka rekaman dan menyocokkan Gambar-Gambar di CCTV hari ke Kepolda Sumatera Utara di Medan.
Pun demikian, dengan kecanggihan peralatan digital dan teknologi saat ini, sebahagian masyarakat juga optimis Tim Polsek Parapat dapat mengungkap kasus itu, sehingga rasa aman dan nyaman serta kegiatan Patroli malam, jangan hanya sebatas lintas doang, Ujar M Sirait.
•jessihotang.












