Masyarakat Heran Saat Cek TKP Ilegal Loging di Kawasan Hutan Sibatu Loting Girsang, Ada Oknum Bagi Amplop Berisi 150Ribu Rupiah Kepada Warga dan Lurah

Simalungun3766 Dilihat

GORGAJENIUS.id
■SIMALUNGUN

Niat baik beberapa orang warga Girsang untuk melihat lebih dekat objek penebangan liar dikawasan Hutan Lindung Register II Sibatuloting, tepatnya di Dolok Siponggung, Lingkungan II,Kelurahan Girsang,Kecamatan Girsang Sipangan Bolon,Kabupaten Simalungun, Sumut, Jumat lalu, membuat warga yang turun ke TKP heran, karena disana ada oknum bagi-bagi amplop dengan isi Rp150.000/orang.

Akan tetapi, disisi lain, sebahagian warga tersebut justeru tidak kebagian, dengan alasan tidak dilihat suruhan dari salah satu perusahaan yang membuka usahanya dekat TKP Ilegal loging dimaksud.

Sayapun heran, kebetulan saya kelompok ‘HARANGAN’ tapi saat saya kesana bukan membawakan atasnama kelompok, tapi secara pribadi, tapi saat saya lihat ada bagi-bagi amplop, itu yang saya heran, siapa Donaturnya, dan apa hubungannya dengan pemilik kebun sayur mayur dari PT LDN yang di Sitahoan itu, dan yang membagi-bagikannya ‘ngaku-ngaku Humas perusahaan,setelah kami bersama di Polsek Parapat.

Objek lokasi tebang kayu alam di TKP

Demikian disampaikan salah sorang marga Sinaga yang ikut dalam rombongan ke TKP,saat menjelaskan kronologinya kembali, di Girsang, Senin (18 Maret 2024).

Karena Lurah Girsang bersama Keplingnya ikut ke TKP, ternyata Lurah, Rudi Sinaga pun hanya dijanjikan Amplop dan sampai hari ini entah amplop apa maksudnya.Ujar Rudi daat dikonfirmasi,”Besok saja kukasi ya “. Itu aja kata mereka sama saya,Ujar Rudi.

Mengingat karena hanya PT LDN yang dekat dengan TKP Pembalakan kayu, membuat awak media ini konfirmasi langsung ke Manajemnet PT LDN T.Sirait.

Sirait sempat menanyakan bisakah bertemu atau tidak, setelah dikonfirm dan setelah itu tak jelas lagi, entah bertemu dimana maksud T Sirait dari PT LDN ini.

Lalu selang beberapa saat kemudian, T Sirait membalas WA dengan nada,”Pagi Laeku. Kurang jelas bagi saya, kenapa pertanyaan ini dialamatkan ke saya?”.

Petugas dishut yang turun setelah kayu habis dibabat

Sementara pertanyaan diajukan karena Lokasi Tebang dikawasan Hutan Register II Sibatuloting itu sangat dekat dengan perusahaan dan perkebunan sayur-mayurnya.

Soalnya Tahun lalu, sudah pernah ada banjir dan membawa kerikil sampai menimbun jalan Girsang lintas Gereja HKBP Girsang, dan kejadian itu sudah dua kali terjadi, kala itu banjir berdampak buruk kepersawahan warga dan jalanlintas Girsang. Kejadian itu setelah perusahaan LDN mulai beroperasi dikawasan Sitahoan. Pun demikian warga juga mengingatkan.

Lalu kini muncul lagi penebangan kayu alam di titik hutan Halimbingan, lokasi Hutan Register koq ada bagi-bagi amplop 150.000/orang. Dan itupun tidak terjawab.

5 orang warga ikut serta menelusuri TKP di Harangan Balimbingan, Kawasan Hutan Register II Sibatuloting, Simalungun.

Warga lainnya yang turun kelokasi A.Manik menyampaikan ,”Justru saya heran, mengapa kami dikasi amplop berisi uang Rp150.000/orang. Ada yang dapat dan sebahagian tidak dikasi”, Ujar Manik.

Parahnya lagi, setelah hal ini kami ungkapkan,koq malah kami ditanya-tanya lagi. Mengapa dikasi tau. Padahal kami hanya menceritakan pengalaman aneh dan janggal itu kepada media.

Saat kami ke lapangan, kami dilarang untuk mengekspos. Lho, bukankah dinegeri ini sekarang kalau tak Viral tak ada tanggapan,lalu kami beritahukan ke Media supaya pembabatan diatas perkampungan kami itu segera diproses.

Lalu saat kami ke lapangan,
ternyara sudah ada setting tertentu, melihat kehadiran Polhut dari Dishut Wialayah II Siantar dan Satol PP, Kemudian menaikkan sisa kayu yang sudah ditebang kedalam truk untuk dibawa ke Polsek Parapat.

Kemudian mereka kami lihat membuat berita acara penitipan barang bukti. Dan yang sangat membingungkan kami, mengapa baru saat ini datang Polisi Kehutanan dan dari Dishut, setelah kayu-kayu alam itu habis ditebang dengan perkiraan sudah sekitar 100 batang.

Lalu apakah karyawan atau mereka-mereka yang ada di PT LDN itu, tidak mendengar suara Cingsaw yang diduga sudah berminggu-minggu beroperasi disana, “Permainan apa itu”, dan masalah Amplop berisi uang Rp150.000, siap kami kembalikan karena tak jelas apa maksud dan tujuan amplopnya, sementara kami murni mau melihat TKP Penebangan, Ujar Manik dan Sinaga didampingi Darma Sinaga,yang juga mengaku sempat diberi amplop, tapi diminta lagi untuk kepentingan sipembagi Amplop itu. Aku juga heran, Ujar Darma.

jesihotang.