Mudah-Mudahan Tidak Hanya Janji, Disbudparekraf Simalungun Bakal Gelar Tujuh Event di Tahun 2026

Simalungun3062 Dilihat

Ketua PHRI: Bangkitkan Roh Pariwisata di Kota Wisata Parapat.

Gorgajenius.id
■PARAPAT

Melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Simalungun menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Simalungun, merencanakan pelaksanaan tujuh event pariwisata sepanjang tahun 2026 di Kota Wisata Parapat.

Langkah ini mudah-mudahan tidak hanya janji belaka, karena ditujukan sebagai upaya konkret untuk membangkitkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumatera Utara, karena kota turis Parapat adalah penyumbang Pendapatan Asli Daerah yang signifikan di Bumi Habonaron Do Bona ini.

Hal ini terungkap saat Kadis Budparekraf, Franky Fernandus Purba mengadakan pertemuan dengan Robert Pardede bersama pengurus PHRI, Kamis (15/01/2026) di Atsari Hotel Kota Wisata Parapat.

Menurut Franky, rangkaian event yang dirancang dengan tema “Bangkit dan Bersinar Pariwisata Simalungun bersama Semangat Baru” bertujuan untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Parapat sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Danau Toba.

“Parapat memiliki potensi besar, baik dari sisi alam, budaya, maupun ekonomi kreatif. Melalui tujuh event ini, kami ingin menghadirkan daya tarik berkelanjutan agar kunjungan wisata terus meningkat,” ungkap Franky.

Franky juga berharap, event-event ini mampu meningkatkan jumlah wisatawan, memperpanjang lama tinggal mereka, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Simalungun pun optimistis, melalui kegiatan yang terencana dan berkesinambungan, Parapat akan kembali menjadi destinasi wisata andalan Sumatera Utara dalam rangka pemulihan dan penguatan sektor pariwisata.

Ke-tujuh event yang akan digelar meliputi live music setiap Sabtu-Minggu di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas dan Open Stage, Imlek fair, Simalungun ramadhan fair, Parapat fun-run, Parapat mewarnai, Festival kopi dan kapal hias, serta Simalungun berdendang.

Selain pertunjukan musik, setiap acara juga akan dilengkapi dengan pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif lokal, yang melibatkan komunitas seni, pelaku UMKM, dan generasi muda untuk berpartisipasi aktif. Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di kawasan wisata Parapat, yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Sementara itu, Ketua PHRI Simalungun, Robert Pardede menyatakan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangkitkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dia juga mendorong Disbudparekraf untuk memperkuat sinergi, komunikasi, dan kolaborasi agar setiap program memberikan dampak nyata.

“Dengan adanya event ini, tentunya akan dapat meningkatkan okupansi hotel, kunjungan ke restoran, serta penjualan produk lokal. Mari sama-sama bergandengan tangan untuk memajukan Kota Touris Parapat,” ajak Robert.

Hanya saja, event ini tidak seperti pelaksanaan tahun-tahun lalu lagi, dengan modus “asal ma adong” (asal ada). Sehingga kualitas dari moment tersebut punya makna hiburan bagi wisatawan dan tentu bisa mendatangkan Wisatawan Domestik maupun Nasional.

•JESSIHOTANG.