Nunggak 250 Miliar, Mal Centre Point Disegel

Medan508 Dilihat

GORGAJENIUS.id *
MEDAN

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, bersama Satpol PP Medan dan petugas dari TNI Polri, memimpin langsung penyegelan Mal Centre Point di Jalan Jawa, Medan Timur, pada Rabu (15/5/2024).

Penyegelan ini dilakukan karena Mal Centre Point memiliki tunggakan kewajiban sebesar Rp 250 miliar lebih yang belum dibayarkan sejak tahun 2011, dan tidak memiliki izin apapun.

“Sejak pertama kali dibangun, Mal Centre Point sampai hari ini ada kewajiban yang belum dibayarkan ke Pemko Medan. Oleh karena itu, saya sampaikan bangunan ini tidak punya izin apapun. Jadi kami berhak untuk menyegelnya,” tegas Bobby.

Menurut Bobby, tunggakan senilai Rp 250 miliar lebih tersebut meliputi berbagai sektor, seperti, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG, berbagai retribusi yang tidak dibayarkan sama sekali dan pajak dari apartemen
Belum lagi, kepemilikan lahan Mal Centre Point juga dinilai tidak jelas karena tidak adanya alas hak yang dimiliki.

Pemko Medan sudah berkali-kali mengingatkan PT Arga Citra Kharisma (PT ACK) selaku pengelola Mal Centre Point untuk segera menyelesaikan tunggakannya. Bahkan, deadline sampai tanggal 15 Mei 2024 telah diberikan saat pertemuan bulan lalu.

“Namun sampai hari ini belum ada penyelesaian tunggakan, sehingga kita lakukan penyegelan,” ujar Bobby.

Bobby memberikan waktu kepada PT ACK hingga 30 Mei 2024 untuk menyelesaikan tunggakan tersebut.

“PT ACK memohon waktu sampai tanggal 30 (Mei). Jadi kalau sampai tanggal yang ditentukan tidak dibayarkan, akan kita lakukan pembongkaran,” tegas Bobby.

Sebelumnya, Satpol PP Medan telah memberikan himbauan kepada pemilik toko dan pengunjung untuk menutup dan meninggalkan gedung Centre Point.

“Kami himbau kepada pengunjung dan pemilik toko digedung ini untuk meninggalkan dan mengososngkan gedung, bila mana tidak diindahkan atau menghalangi, maka dalam bentuk resiko diluar tanggung jawab kami, ” himbau petugas Satpol PP.

Dengan adanya himbauan tersebut beberapa toko tampak tutup dan sebahagian masih tetap memilih untuk buka juga pengunjung Mal meninggalkan gedung.*
Red

Editor : Zul