Salah Seorang Oknum Anggota Komisi II DPR RI Berpotensi Menyulut Konflik Karena Diduga Bagikan Pupuk dan Uang Kepada Para Penggarap Lahan PTPN4

Simalungun1927 Dilihat

Gorgajenius.id
■SIMALUNGUN

Sikap tak terpuji diperlihatkan salah seorang oknum Anggota Komisi II DPR RI saat mengunjungi para penggarap lahan PTPN 4 pada hari, Sabtu (19/8/2023).

Saat Oknum tersebut kembali mendatangi sekelompok penggarap lahan Hak Guna Usaha PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Kebun Bah Jambi di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Di lokasi posko para pendukungnya Sabtu (19/8/2023) lalu diduga sang Oknum itu membagikan sejumlah uang dan pupuk kepada kelompok koperasi penggarap juga kepada salah satu ormas tertentu.

Dan menurut Ismail Chaniago salah seseorang pemerhati perkebunan yang juga menjabat sebagai ketua DPC ikatan penulis jurnalis Indonesia (IPJI ) Siantar simalungun bahwa kedatangan Si Oknum itu berpotensi menimbulkan kembali gejolak dilahan sengketa, Padahal, lahan yang dimaksud sudah jelas bagian dari lahan Hak Guna Usaha PTPN IV sesuai Surat Keputusan Badan Pertanahan Nasional Nomor 14/HGU/BPN/2003.

Karena itu, sikap Si Oknum tersebut dinilai tak elok dan mencerminkan politik kotor ditahun politik ini.

Seharusnya, Si Oknum Anggota Dewan Yang Tethormat itu menghargai upaya yang telah dilakukan Tim Kantor Staf Presiden untuk meminta penggarap dan PTPN IV agar saling menjaga kondusivitas. Kini, kedatangan Junimart berpeluang merusak itu semua.

Terbukti pada hari Selasa (22/8/2023) para penggarap kembali melakukan aksinya di sekitar lahan sengketa,namun aksi para penggarap dapat diredam oleh pihak PTPN IV kebun Bahjambi.

Selaku entitas bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN IV mempunyai kontribusi terhadap pendapatan negara yang notabene akan dipakai untuk memakmurkan rakyat.

Sejak tiga tahun terakhir, laba perusahaan konsisten meningkat. Hasil positif yang dibukukan PTPN IV tak lepas dari kinerja Kebun Bah Jambi.

Kita berharap agar kepentingan segelintir oknum tidak serta-merta mengganjal upaya negara dalam menyejahterakan rakyatnya. Semua pihak harusnya bijaksana menyikapi hal ini, termasuk sang Oknum dimaksud, Ujar Chaniago.

jss.

Editor : Zul