●Akan Direlokasi Ke Terminal Sosorsaba Parapat.
GORGAJENIUS.id
■SIMALUNGUN
Pemerintah Kabupaten Simalungun akhirnya menurinkan Tim Gabungan, Polres Simalungun, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata bersama Forkompimca, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon melakukan; PEMBERSIHAN, PENATAAN dan PENERTIBAN di areal Ruang Terbuka Publik (RTP) Parapat sampai ke kawasan RTP Pantai Atsari, Senin (25 Maret 2024), mulai pukul 08.30 Wib sampai pukul 13.00 Wib.

Setelah melakukan Tim melakukan Apel bersama di Parkiran RTP Parapat, tim langsung membongkar lapak dan tenda-tenda pedagang, mulai dari pedagang misop, pop mie, kopiteh, tenda jualan mangga dan lainnya langsung dibongkar dan barang-barangnya dikembalikan kepada pemiliknya yang kebetulan sudah menunggu aksi pembongkaran itu pula.

Dengan kekuatan Ratusan Satpol PP yang melakukan pembongkaran, banyak hal yang ditemukan termasuk Token Listrik yang selama ini disambungkan oleh pihak PLN Unit Parapat, puluhan Tabung Gas LPG, meja berbentuk box, serta kios box terbuat dari seng juga diungsikan.

Petugas Damkar juga diturunkan untuk membersihkan bekas-bekas tumpukan sampah, dan petugas kebersihan RTP Parapat membrush lantai.

Plang bertuliskan “RTP Parapat” pun langsung terlihat jelas, berikut patung hiasan Pantai bebas. Plang nama RTP Parapat selama ini sudah tertutup tenda-tenda pedagang, dan kini ruang terbuka publik itu sudah tampak bersih, asri dan tak tampak kumuh lagi.

Mengapa dibersihkan dan pedagang di tertibkan baik dari kawasan atas dan areal dibawah RTP PARAPAT, karena Kementerian PUPR dan Kementerian Menko Marves menegur Pemkab Simalungun, atas kekumuhan dikawasan dibangunan Pemerintah Pusat itu.

Dasar itulah Pemkab Simalungun berupaya membersihkan dan menata RTP Parapat supaya siap menerima pembangunan lanjutan dari Pusat, termasuk demi keasrian dan keindahan jelang libur Lebaran, Libur Paskah, dan menyambut kegiatan renang sebagai bagian dari Venu Pekan Olahraga Nasional (PON) di Parapat dan lokasinya di RTP Parapat.

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga melalui tim yang turun bersama Albert Saragih Asisten 1, menyampaikan bahwa Pembersihan,Penataan dan Penertiban ini dilaksanakan guna menjaga kenyamanan, keindahan, keasrian panorama Kaldera Toba Danau Toba Parapat.

Kita langsung melakukan pengecatan bagian bangunan yang sudah mulai kumuh sesuai dengan aslinya. Lalu setelah ini, akan melakukan monitoring dan pengamanan bekerjasama dengan Uspika setempat supaya tidak dimasuki lagi oleh pedagang. Ujar Albert.

Lebih lanjut disampaikan RTP Parapat ini menjadi ikon Nasional di Parapat. Setelah itu kita siap menyambut Lebaran, Paskah, dan PON, Katanya.

Sementara itu Kadishub Simalungun yang berang tali Sling pengaman terlihat dibuka di bagian bawah, Sabar Saragih menyampaikan memasang kembali tali sling itu dan tidak bisa menaikkan dan menurunkan penumpang kapal dari RTP Parapat karena tidak sesuai dengan Ramchek KSOPP Parapat Ujarnya.

Lalu Asisten III Pemkab Simalungun yang juga sebagai putra Parapat, Akmal Siregar mengatakan, setiap ada pembangunan ada dua yang terdampak. PERTAMA dampak pembangunan itu sendiri dan ke DUA adalah dampak kepada masyarakat itu sendiri, seta dinamika dalam pembahasan sangat terbuka bersama masyarakat yang terdampak.

Hanya saja Pemerintah hadir mengakomodir dan kepentingan masyarakat umum walaupun tidak semua harapan masyarakat bisa kita akomodir dan secara Kasusistik kebanyakan keluhan mereka tadi masalah lokasi berdagang, sementara kita tetap pertimbangkan demi kepentingan umum. Ujar Akmal
Jadi karena aset pemerintah Simalungun sangat terbatas di Parapat maka relokasi pedagang hanya bisa ke Terminal Parapat.

Jadi, Pemerintah hadir demi kepentingan masyarakat kita manfaatkanlah terminal Parapat dan jarak tidak terlalu jauh dari sini.
Nantinya semua bus lainnya akan diarahkan masuk ke terminal dan pedagang berinteraksi disana sehingga Simbiosismutualisme (saling membutuhkan) bisa terjalin baik dan bisa kita lihat setelah kita bersihkan, ternyata Viewnya Pantai RTP inikan lebih bagus. Kata Akmal.

Sementara itu, Camat Girsang Sipanganbolon, Oslando Parhusip mengungkapkan sebanyak 42 pedagang dari RPT Pantai Bebas dan RTP Atasari Parapat direlokasi ke bangunan ruang tunggu terminal Sososor Sabah Parapat dan pihaknya dengan tegas mengatakan para pedagang tidak diperbolehkan berjualan di RTP lagi dan koordinasi pengamanan penertiban RTP bersama TNI-Polri kita, Katanya.
•jesihotang.







