Sekilas Lahirnya Sejarah Punguan Pomparan (Perkumpulan Keturunan) Si Raja Oloan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon

Simalungun2025 Dilihat

GORGAJENIUS.id
■ PARAPAT

Kisah lahirnya Punguan Pomparan (Perkumpulan Keturunan) Si Raja Oloan yang didalamnya ada 6 Marga diantaranya, Naibaho, Sihotang, Bakkara,Sinambela dan Simanullang, di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, menurut kisah dari beberapa keturunan pemrakarsa dan pendiri, ternyata berawal dari tahun 1973 dan ternyata sempat Fakum juga.

Begini dikisahkan A. Manusun Sinambela (Op Tarsis) pemilik Rumah Makan Sinambela, Di Jalinsum Parapat-Girsang.

Pada tahun 1973 Berdirilah Punguan Pomparan Si Raja Oloan yang diprakarsai oleh 5 marga yang kebetulan bermukim di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon diantaranya :
1. Op. Manusun Sinambela
2. Op. Mangatur Naibaho
3. Op. Si Riris Sihotang
4. Op. Bangun Bakkara
5. Op. Rotua Bakkara (Par. P.U)

Adapun tujuan terbentuknya punguan ini adalah, untuk mempererat kesatuan dan persaudaraan, terutama dalam 2 hal yakni :
1. Fokus pada acara adat suka dan duka
2. Fokus pada keadaan anggota punguan terutama dalam sakit, ekonomi susah, dan lemah.

Seiring dengan berjalannya waktu, kelima opung ini sering bertemu dan berkumpul dikediaman Op. Manusun Sinambela. Sehingga menjadikan rumah tersebut sebagai rumah sekretariat yaitu kantor Bank Mandiri saat ini.

Dari kilas balik Sejarah, kelima Opung ini selalu bersama dalam setiap acara adat. Keterbatasan pada zaman itu tidak menyurutkan semangat para opung, hanya dengan berjalan kaki ke setiap kampung dan desa mereka tetap lakoni.

Seiring berjalannya waktu dan usia para pendiripun sudah semakin menua dan satu persatu opung ini menghadap sang kuasa. Yang didahului oleh :
1. Op. Manusun Sinambela
2. Op. Mangatur Naibaho
3. Op. Bangun Bakkara
4. Op. Si Riris Sihotang
dan tinggallah Opung Rotua Bakkara seorang diri dan saat itu untuk sementara Punguan Si Raja Oloan fakum, karena Opung Rotua Bakkara pun sudah mulai didera sakit-sakitan.

Pada saat situasi fakum tersebut, pada tahun 1994 hadirlah seorang putra dari salah satu pendiri Punguan Si Raja Oloan terdahulu, yang kembali menuntut ilmu dari perantauan, yang memilih untuk tetap tinggal dikampung halaman ( di Parapat ) yakni Drs. Bona Sihotang yaitu putra dari Opung Si Riris Sihotang yang menggagasi berdirinya kembali Punguan Siraja Oloan.

Dengan silih bergantinya kepengurusan Si Raja Oloan dan pasang surutnya keanggotaan serta keharmonisan maka pada hari kamis 1 mei 2025 struktural organisasi dan kepengurusan Punguan Si Raja Oloan direformasi total, berikut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, serta domisili keanggotaan yang dibatasi dengan motto “ Dimana Tanah Dipijak Disitu Langit Dijunjung”.

Jadi keanggotaan Punguan Si Raja Oloan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, hanya yang berdomisili di wilayah kecamatan Girsang Sipangan Bolon dengan semangat dan kesepakatan, Kita ciptakan satu YEL YEL SI RAJA OLOAN, dengan semboyan “ Si Raja Oloan……….Bersaudara……..Bersatu……..Jaya…….”.

Sejarah ini dikutip dari cerita dan pengalaman hidup dari seorang putra Si Raja Oloan Yakni Op. Tarsis Sinambela yang merupakan generasi kedua Si Raja Oloan setelah para pendiri, dan masih sehat dan pengayom dan penasehat Punguan Si Raja Oloan hingga pada saat ini.

Demikianlah Sejarah Punguan Pomparan Si Raja Oloan ini kami sampaikan dan di ucapkan terimakasih.

jessihotang.