AKBP Ronald FC Sipayung SH.SIK.MH : Sejarah Pembangunan Polsek Parapat

Simalungun2721 Dilihat

Gorgajenius.id.
■Parapat || SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun, AKBP Ronald F.C Sipayung, S.H., S.I.K., M.H., saat mengawali kata sambutannya dalam acara peletakan batu pertama untuk revitalisasi/ pembangunan Polsek Parapat pada Selasa, 11 Juli 2022. Bersama unsur Forkopimda dan masyarakat, beberapa waktu lalu, menyampaikan kilas balik ‘Catatan Sejarah Berdirinya Polsek Parapat’ dan semua undangan memberi aplaus atas Sejarah yang dapat dikumpulkan Kapolres Simalungun itu.

Selain menyampaikan laporan kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.yang duduk ditribun bersama PJU Polda Sumut dan Forkompinda Simalungun yang hadir diantara para undangan lainnya seperri pihak Manajement Hotel di Parapat, menurut catatan AKBP Ronald Sipayung, bahwa Kota wisata Parapat ini memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangan kepolisian.

Dengan jejak Mess Bhayangkara berarsitektur Belanda yang sempat dijadikan Kantor Polsek, Parapat diyakini menjadi bagian penting dari sejarah ketertiban dan keamanan di Kabupaten Simalungun.

Menurut Kapolres, revitalisasi Markas Polsek Parapat ini akan meningkatkan kinerja dan semangat kerja personil kepolisian. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pembangunan ini sejalan dengan peningkatan infrastruktur kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan Presiden sebagai daerah pariwisata super prioritas.

“Markas Polsek Parapat ini diperkirakan berumur sekitar 60 tahun. Revitalisasi ini akan memberikan ruang kerja yang lebih memadai untuk personil kepolisian kami,” ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan, “Perlu kami sampaikan bahwa Parapat ini sejak tahun 1800 telah menjadi tujuan wisata khususnya bagi warga belanda yang saat itu menjajah Indonesia dan banyak tinggal di indonesia, hal tersebut dapat terlihat dari adanya pesanggrahan Bung Karno yang telah dibangun tahun 1820 sebagai tempat menginap para mandor Perkebunan dan keluarganya yang berkunjung ke Parapat untuk menikmati keindahan alam Danau Toba.

Serta jejak mess bhayangkara yang masih ber-arsitektur Belanda yang ada di Kota Parapat, yang sempat dijadikan sebagai Kantor Polsek Parapat.

Pada 4 Januari 1949 sampai 9 April 1949, Saat Ir Soekarno, Sutan Syahrir dan Agus Salim diasingkan di Parapat, dan diinapkan di Pasanggrahan Parapat, berdasarkan cerita turun temurun bahwa orang/masyarakat telah ada yang bertugas menjalankan fungsi sebagai anggota Kepolisian di Kota Parapat ini, sehingga keberadaan kantor Polisi dan Personel Polisi yang ada di Parapat ini diyakini sebagai fungsi Kepolisian yang telah lama berjalan dan yang tertua di Wilayah Hukum Simalungun.

Selanjutnya diperkirakan, rentan waktu antara tahun 1950 sampai dengan 1960, Markas Kantor Polisi Parapat berpindah dari Mess Bhayangkara saat ini ke lokasi tempat kita berada saat ini, yang akan dibangun Polsek Parapat.

Sehingga diperkirakan beberapa bagian bangunan/gedung induk Polsek Parapat yang lama (yang telah dirobohkan) ada yang berusia sekira 60 tahun, selanjutnya pada tahun 1980, dilakukan pembangunan tambahan beberapa ruangan/bangunan Polsek Parapat untuk memperluas bangunan Polsek Parapat, kata AKBP Ronald.

Dalam laporannya Kapolres menjelaskan bahwa, Pembangunan yang didanai oleh APBD Kabupaten Simalungun tahun anggaran 2023 ini, diperkirakan menelan biaya sebesar 3.597.538.000 rupiah. Markas baru Polsek Parapat nanti akan memiliki luas bangunan 769 meter persegi, dengan konstruksi bangunan dua lantai.

Kapolres juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun dan masyarakat setempat. Ia berharap kehadiran Markas baru Polsek Parapat ini dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat dan Parapat sebagai daerah pariwisata super prioritas.

Proses revitalisasi ini ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun. Dengan desain yang lebih modern dan fasilitas yang lengkap, diharapkan Markas baru Polsek Parapat ini mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan turis yang datang berkunjung.

“Kita berharap, dengan adanya Markas baru ini, pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Parapat akan lebih baik. Sehingga mereka bisa merasa aman dan nyaman saat berada di sini,” tambah Kapolres.

jess.

Editor : Zul