Anak Macan Akar Tertabrak Kenderaan di Kawasan Jalinsum Jembatan Siserasera Girsang, Hebohnya Terlalu Berlebihan

Simalungun4117 Dilihat

●Polsek Parapat dan BKSDA Pastikan Bukan Harimau Sumatera Seperti Issu Warga.

Gorgajenius.id
■SIMALUNGUN.

Perihal informasi dari warga Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, terkait anak Macanakar yang tertabrak kenderaan di Jalan Lintas Sumatera kawasan Jembatan Si Serasera Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Minggu (25/1/2026) lalu, sudah dipastikan bukanlah anak Harimau Sumatera, seperti yang didengung-dengungkan warga net dan Netizen lainnya.

Dan guna menyikapi Info viral di media sosial dan bikin panik masyarakat, akbir ya Polsek Parapat langsung bergerak cepat dipimpin Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, S.H., bersama Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Saragih dan tim BKSDA Sumut turun ke lokasi.

Dan dari kesimpulannya olqh TKPnya yang tertabrak kenderaan (mobil pribadi itu) bukanlah Harimau, anak Macan Akar.

Untuk itu, agar masyarakat tenang, tidak ada jejak harimau di radius 500 meter” Ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut., M.I.L.

Kanit Intelkam Polsek Parapat, AIPTU Tedy Purba, S.H., saat dikonfirmasi Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 17.50 WIB, menjelaskan kronologi temuan bangkai satwa yang sempat menggemparkan masyarakat.

“Minggu, 25 Januari 2026, masyarakat Kelurahan Girsang menemukan bangkai seekor satwa liar yang diduga harimau Sumatera. Informasi ini langsung menyebar cepat di media sosial hingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat,” ujar Kanit Intelkam Tedy.

Menurutnya, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Saragih dan Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan langsung berkoordinasi dengan BKSDA Sumut untuk melakukan pengecekan.

“Senin dan Selasa, 26-27 Januari 2026, kami turun bersama tim BKSDA untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi penemuan. Kami ingin memastikan apakah benar itu harimau Sumatera atau bukan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pematangsiantar, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut., M.I.L., menyampaikan hasil identifikasi yang sangat mengejutkan.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan langsung dan identifikasi berdasarkan ciri fisik, ukuran tubuh, serta pola bulu, satwa yang ditemukan adalah macan akar, bukan harimau Sumatera. Jelas berbeda!” tegas Elvina.

Dia menjelaskan bahwa tim BKSDA juga melakukan pemeriksaan radius 500 meter dari lokasi penemuan untuk mencari jejak kaki harimau Sumatera.

“Kami lakukan pemeriksaan di radius 500 meter lokasi penemuan, dan tidak ada ditemukan jejak kaki harimau Sumatera. Jadi kepastiannya, ini bukan harimau, melainkan macan akar,” ujar Elvina dengan tegas.

Macan akar, menurut Elvina, juga merupakan satwa liar yang dilindungi dan memiliki habitat di kawasan hutan. Meski demikian, ukurannya lebih kecil dan tidak seberbahaya harimau Sumatera.

“Macan akar juga satwa yang dilindungi. Tapi ukurannya lebih kecil dari harimau dan tidak seberbahaya harimau Sumatera. Masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan,” jelasnya.

Elvina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan perburuan dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan jejak harimau Sumatera.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan. Jika menemukan jejak harimau Sumatera, segera lapor ke BKSDA, Polsek, atau Kecamatan. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian satwa dan keseimbangan ekosistem,” pungkasnya.

Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran bersama masyarakat di sekitar lokasi penemuan.

“Dari hasil penyisiran yang kami lakukan secara bersama-sama dengan masyarakat di sekitar lokasi penemuan, tidak ditemukan jejak kaki harimau Sumatera. Jadi bisa dipastikan, tidak ada harimau di area tersebut,” ujar Kapolsek Mantho.

Namun untuk memastikan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polsek Parapat akan tetap melakukan komunikasi dengan BKSDA untuk pencarian tahap berikutnya.

“Kami akan tetap koordinasi dengan BKSDA untuk melakukan pencarian ke tahap berikutnya supaya masyarakat kita merasa nyaman dan aman. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Saragih, mengatakan bahwa pertemuan dan pencarian jejak telah dilakukan secara bersama-sama.

“Kami sudah melakukan pertemuan dan pencarian jejak kaki harimau Sumatera secara bersama-sama di sekitar lokasi penemuan. Hasilnya, tidak ditemukan jejak kaki harimau Sumatera,” ujar Camat Viktor.

Dia menambahkan bahwa masyarakat sudah mendengarkan langsung pernyataan dari Kepala Bidang KSDA bahwa bangkai satwa tersebut bukan harimau Sumatera, melainkan macan akar.

“Masyarakat sudah dengar langsung dari BKSDA bahwa ini bukan harimau, tapi macan akar. Jadi tidak perlu khawatir berlebihan,” jelasnya.

Camat Viktor mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan bukti-bukti yang mendukung dugaan keberadaan harimau.

“Jika ada yang menemukan bukti-bukti seperti jejak kaki atau bukti lain, segera koordinasi dengan BKSDA, Kelurahan, Kecamatan, atau Polsek Parapat. Jangan ragu-ragu, jangan terlalu khawatir. Silakan beraktivitas seperti biasa, tapi tetap waspada terutama di jam-jam tertentu,” pungkasnya.

Dengan kepastian dari BKSDA dan tidak ditemukannya jejak harimau Sumatera, masyarakat Girsang Sipangan Bolon diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan tidak panik berlebihan.

•JESSIHOTANG.