Sebut Saja “Bunga” Umur 16 Tahun Pelajar di Salah Satu SMA di Samosir Diperkosa 3 Pria Sejak 2022 – 2023 Dua Diantaranya Abang-Adik

Samosir1199 Dilihat

Gorgajenius.id
■SAMOSIR

Sejak SMP Hingga SMA, sebut saja namanya “Bunga” berusia 16 Tahun ternyata telah diperkosa Tiga Orang Laki-Laki di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir dan melalui Keluarga Korban (Neneknya) memberanikan diri melaporkan perbuatan biadab itu ke Polres Samosir.

Bunga alias NNS (16) mengaku diperkosa sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama oleh tiga remaja sejak tahun 2022 sampai tahun 2023 di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Pengakuan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial NNS (16) yang mengaku diperkosa dibawah ancaman terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada salah seorang guru kelasnya, Senin lalu.

NNS dalam keterangannya menjelaskan bahwa pemaksaan untuk berhubungan badan berawal usai berkenalan dengan seorang laki-laki remaja berinisial RS di depan rumah korban tinggal sambil bertukar nomor handphone.

Pertemananpun berlanjut dan laki-laki remaja berinisial RS tersebut mengajak korban jalan-jalan ke Kota Pangururan, namun bukannya mengajak korban jalan-jalan malah mengajak ke suatu tempat dan memaksa untuk berhubungan seks.

Awalnya korban menolak untuk berhubungan badan, tapi dia memaksa dan memegang keras tangan korban dan tubuh saya sampai lemas dan saya diperkosanya dengan buas, Ujar Bunga alias NNS.

NNS juga menceritakan, bahwa perlakuan RS tidak sampai disitu, pelaku juga kembali menghubungi korban dan kembali mengaku hanya ingin mengajak korban berjalan-jalan ke Pangururan, tapi dia kembali mengajak dan memaksa untuk berhubungan.

Lebih lanjut ia menceritakan, bahwa pelaku kembali memperkosanya di sebuah Sekolah Dasar (SD) dekat rumah pelaku sekitar jam 21: 00 dan setelah itu Korban NNS marah dan minta putus dan saling blokirkan handphone dan WhatsApp
Merasa tidak terima diputuskan, laki-laki remaja berinisial RS itu memberikan nomor handphone dan WhatsApp korban kepada seorang laki-laki berinisial JS (18) dan menyuruh menghubungi NNS sekitar April 2023, saya dihubungi JS dan mengaku nomor saya dapat dari RS dan mengajak bertemu.

“Setelah bertemu dengan laki-laki berinisial JS juga memaksa korban untuk berhubungan seks sambil mengancam bila menolak akan menyebarkan video seks korban dengan RS kepada orang-orang dan keluarga korban.

Merasa ketakutan, korban pun mau diajak ke sebuah gubuk dekat danau dan diperkosa disaksikan teman-teman laki-laki berinisial JS yang hanya diam sambil menonton dan tidak mau menolong saya,” ujar NNS sambil meneteskan air mata.

Beberapa bulan kemudian, JS memberikan nomor telepon korban kepada Abang kandungnya dan menghubungi korban dengan modus mengancam akan menyebarkan video seks korban dengan RS, abangnya JS memerkosa korban kembali.

“Abangnya JS mengajak aku ke sebuah gang kecil dekat sebuah kampung dekat kuburan dan memaksa saya melakukan hubungan seks disana,” Ujar NNS didampingi sejumlah Guru-gurunya sembari mengatakan telah melaporkan pemerkosaan dengan pengancaman ke Polres Samosir.

Melalui Kakek korban berinisial JS tanggal 6 September 2023 telah melaporkan terkait Persetubuhan Terhadap anak yang dialami cucunya ke Polres Samosir.

Sewaktu Kejadian Persetubuhan pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2023 sekira pukul 21.00 Wib di Kec. Pangururan Kab. Samosir.

Kakek korban melaporkan 3 para pelaku diantaranya:
1. RS, sekitar 21 thn, bekerja, kec. Pangururan kab. Samosir,
2. ZS, 18 tahun, pelajar kec. Pangururan kab. Samosir,
3. TTS , 19 tahun, Nelayan kec. Pangururan kab. Samosir.

Adapun saksi-saksi yang memberikan keterangan adalah SSS dan JMS.

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban didapat keterangan terkait kejadian persetubuhan yang dialaminya yakni :
1. Terlapor RS mengajak korban kerumahnya dan di ajak masuk ke dalam kamarnya kemudian menyetubuhi korban dan ZS.

Pertama terjadi pada sekira pertengahan bulan April 2023 sekira pukul 20.30 Wib, ZS mengajak korban jalan-jalan keliling Kota Pangururan dan kemudian membawa korban ke gubuk yang ada di dekat kantor desa dengan alasan mau mengambil uang (namun sambil mengajak korban untuk berdampingan ke gubuk tersebut) dan melihat ada 3 (tiga) orang teman terlapor ZS yang tidak kenal dan kemudian bercerita.

Dan sekira 10 menit kemudian teman terlapor ZS pergi meninggalkan korban dan terlapor ZS berdua di gubuk tersebut dan setelah itu terlapor ZS mengajak korban bersetubuh namun ditolak. Lalu terlapor ZS mengancam korban akan menyebarkan video bersetubuh korban dengan RS lalu korban pun mengiyakan permintaan terlapor ZS lalu menyetubuhi korban dan mengeluarkan spermanya di perut korban dan selanjutnya diantar pulang samping rah tetangga korban.

Yang kedua pada sekira akhir bulan April 2023 sekira pukul 21.30 Wib usai menemui teman terlapor ZS di samping kuburan, Terlapor ZS bersetubuh dengan korban yang mengancam akan menyebar video bersetubuh korban dengan RS.

Terlapor TTS melakukan persetubuhan terhadap korban pada awal bulan Juli 2023, melalui chat memperkenalkan dirinya dan mengaku mendapat nomor korban dari ZS (adik TTS).

Sekira 2 minggu berkenalan korban pun diajak TTS untuk ketemuan dan diajak untuk berkeliling Pangururan kota.

Selesai berkeliling, korban dibawa ke gang sempit dekat perladangan yang tidak ada rumah (keadaan gelap) dengan alasan TTS Salah Jalan.

Dilokasi tersebut TTS mengatakan “sudah ngapain aja kau sama si ZS, ada sama dia videomu sama si RZ kalau kau mau, nanti kuhapus video itu dari hp si ZS”, lalu korban pun mengiyakan permintaan TTS menyetubuhi korban, Usai disetubuhi, korban pun diantar pulang.

Yang kedua terjadi sekira akhir bulan Februari 2023 di samping rumah terlapor RS yang mana awalnya korban bercerita dengan RS dan kemudian terlapor membawa korban ke samping rumahnya dan kemudian mereka bercerita-cerita di samping rumah RS dengan ancaman akan menyebarkan video bersetubuhan kemarin di kamar terlapor RS memaksa korban bersetubuh disamping rumah terlapor RS. Yang ketiga terjadi sekira pertengahan bulan Maret 2023 di samping rumah RS. Yang ke empat terjadi sekira akhir bulan Maret 2023 sekira Pukul 20.30 Wib di Pantai Desa Terlapor RS.

Kemudian Terlapor ZS pertama terjadi pada sekira pertengahan bulan April 2023 sekira pukul 20.30 Wib, ZS mengajak korban jalan jalan keliling Kota Pangururan dan kemudian membawa korban kegubuk yang ada didekat kantor desa dengan alasan mau mengambil uang (namun sambil mengajak korban untuk berdampingan ke gubuk tersebut) dan melihat ada 3 (tiga) orang teman terlapor ZS yang tidak kenal dan kemudian bercerita. Sekira 10 menit kemudian teman terlapor ZS pergi meninggalkan korban dan terlapor ZS berdua di gubuk tersebut dan setelah itu terlapor ZS mengajak korban bersetubuh namun ditolak.

Lalu terlapor ZS mengancam korban akan menyebarkan video bersetubuh korban dengan RS lalu korban pun mengiyakan permintaan terlapor ZS lalu menyetubuhi korban dan mengeluarkan spermanya di perut korban dan selanjutnya diantar pulang samping rah tetangga korban.

Yang kedua pada sekira akhir bulan April 2023 sekira pukul 21.30 Wib usai menemui teman terlapor ZS di samping kuburan, Terlapor ZS bersetubuh dengan korban yang mengancam akan menyebar video bersetubuh korban dengan RS

Terlapor TTS melakukan persetubuhan terhadap korban pada awal bulan Juli 2023, melalui chat memperkenalkan dirinya yang mana ianya mendapat nomor korban dari ZS (adiknya TTS). Sekira 2 minggu berkenalan korban pun diajak TTS untuk ketemuan dan diajak untuk berkeliling Pangururan kota. Selesai berkeliling, korban dibawa ke gang sempit dekat perladangan yang tidak ada rumah (keadaan gelap) dengan alasan TTS Salah Jalan. Dilokasi tersebut TTS mengatakan “sudah ngapain aja kau sama si zoel, ada sama dia videomu sama si rizal, kalau kau mau, nanti kuhapus video itu dari hp si zoel”, lalu korban pun mengiyakan permintaan TTS menyetubuhi korban. Usai disetubuhi, korban pun diantar pulang namun hanya sampai rumah tetangga korban.

RS, ZS, TTS bertetangga rumah di kec. Pangururan kab. Samosir.

RS sudah tamat SMA dan sudah bekerja.
ZS masih sekolah di salah satu SMA Swasta di Pangururan.
TTS sudah taman SMA dan Bekerja sebagai nelayan

Pengakuan ZS bahwa “cerita RS sudah dua kali melakukan hubungan badan dengan korban dan bilang “sudah rusak itu kubuat, pake lah” dan ZS sendiri melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak 2 kali yakni di gubuk dan yang kedua kali dekat kuburan (korban mau disetubuhi karena diancam akan menyebarkan video persetubuhan korban dengan RS).

Pengakuan TTS sudah 2 kali melakukan hubungan badan dengan korban pada malam hari yakni di jalan kepantai danau toba yang sepi gelap dan yang kedua kali dikamar korban (berhasil menyetubuhi korban karena ancaman video yang ada sama ZS yakni video bersetubuh RS dengan korban).

Pada saat TTS dan ZS memanen jagung milik kakek korban bercerita “udah rusak si korban dibuat si RS, lalu TTS mengambil no korban dari hp ZS dan menghubungi korban dan sampai terjadilah kejadian persetubuhan”.

TTS memeriksa hp ZS ternyata video Hubungan Badan RS dengan Korban itu tidak ada.
ZS tidak memiliki video tersebut karena RS tidak membaginya.

ZS dan TTS adalah kakak adik kandung.

Senin 11 september sekira pukul 21.00 wib, ZS dan TTS dijemput Opsnal Sat Reskrim polres samosir dari rumah yang diketahui oleh kedua orangtua mereka.

Namun terhadap terlapor RS masih dalam proses pencarian

jss.

Editor : Zul