Selama Lebaran, Objek Wisata “Air Menari” Water Front City Diserbu Wisatawan

Samosir943 Dilihat

GORGAJENIUS.id
■SAMOSIR

Selama musim lebaran Idul Fitri 1445 H/2024 M sejumlah objek wisata di Kabupaten Samosir diserbu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, sejumlah rumah penduduk setempat, khususnya di seputaran Pangururan banyak yang berubah fungsi menjadi tempat penginapan sementara.

Salah satu objek wisata yang diserbu para pengunjung, yakni “Air Menari” Water Front City di Pangururan Kabupaten Samosir dan telah memukau wisatawan dengan keindahannya di malam hari yang telah rampung pengerjaannya pada tahun 2023 lalu.

Hal ini juga berkaitan dengan fasilitas yang telah diberikan pemerintah pusat dalam rangka menggenjot wisatawan untuk berkunjung ke Pangururan Kabupaten Samosir, sehingga sejumlah fasilitas Homestay dan Hotel dipadati pengunjung.

Menurut Rudi Siahaan, tokoh masyarakat kepada wartawan di Pangururan, Selasa (16/4), sangkin padatnya wisatawan yang mengunjungi daerah ini, membuat sejumlah masyarakat mendapatkan income (pemasukan) dengan menjadikan rumahnya sebagai fasilitas penginapan.

“Kita harus menjadi pelaku usaha yang baik dengan memberikan pelayanan kepada wisata yang berkunjung untuk melihat objek “Air Menari” di setiap malam selama musim liburan lebaran,” kata Rudi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, karcis yang terjual hingga saat ini mencapai 500ribu tiket lokal dan luar Samosir. Dengan rincian, untuk masyarakat lokal dijual seharga Rp. 5.000, sementara untuk pengunjung luar Samosir dikenakan Rp. 10.000 per orang untuk menikmati wisata “Air Menari” Water Front City Pangururan.

Jadi asli PAD yang langsung kita kutip selama kunjungan Hari Raya Idul Fitri sebesar lebih kurang Rp.500 juta sesuai tiket yang terjual, ungkap Rudi.

Diterangkan Rudi, Terkait warga yang kita beri kesempatan dalam membuka usaha di areal Water Front City Pangururan semua sudah sesuai aturan dan perlu mendaftar kepada pemerintah ada aturan yang perlu ditepati sesuai peraturan Bupati Samosir. Namun, kita tetap berkordinasi dengan pemerintah dalam hal mengelola kunjungan wisata, tambahnya.

“Tahun ini telah kita buktikan kemampuan  dalam mengelola Water Front City, namun  harus tetap menjaga kebersihan pada khususnya di daerah ini. Sampai tanggal 15 kemarin kita beri kepada pengusaha lokal menunggu adanya penyerahan dari pemerintah setempat untuk melakukan pengelolaan, Ungkap Rudi Siahaan mengunci pembicaraan.

ANDIKA SITANGGANG

Editor : Zul