GORGAJENIUS.id
■HUMBAHAS.
Warga Kabupaten Toba dan Humbang Hasundutan sangat kecewa dengan penebangan hutan di sekitar makam Raja Sisingamangaraja XII, seorang pahlawan nasional dari Tanah Batak.
Parahnya, penebangan ini dilakukan saat Pejabat Sekda Provsu dan Kadis Lingkungan Hidup LHK Sumut sibuk nanam pohon diseputar Danau Toba, anehnya lagi, Penebangan hutan yang sudah berlangsung selama dua tahun.
Jadi aktifitas penebangan kayu ini telah merusak akses jalan ke lokasi makam pahlawan itu dan menimbulkan kekhawatiran akan bencana dimana alam makin murka.
Makam Raja Sisingamangaraja XII terletak di Desa Sionom Hudon, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan merupakan salah satu objek wisata di daerah tersebut.
Namun, penebangan hutan di sekitar makam ini telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu kekhusukan ziarah ke makam tersebut.
Winer Sinambela, seorang warga Kabupaten Toba yang datang ziarah ke lokasi makam, sangat kecewa dengan pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan pihak kehutanan Provinsi Sumatera Utara yang memberikan izin penebangan hutan di lokasi tersebut.
“Makam Raja Sisingamangaraja XII adalah sangatlah sakral dan merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Humbang Hasundutan,” kata Winer.
Warga sekitar meminta kepada pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk menghentikan penebangan hutan di lokasi makam dan memeriksa izin penebangan yang telah diberikan.
Mereka juga meminta Kapolri Listyo Sigit untuk memeriksa pihak pemilik izin dan pihak kehutanan provinsi.
Penebangan hutan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan warga dan menimbulkan pertanyaan tentang keberlangsungan lingkungan dan warisan budaya di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Apakah pemerintah akan segera mengambil tindakan untuk menghentikan penebangan hutan ini dan melindungi kekayaan alam dan budaya daerah tersebut.
•jessihotang.









